Klinik Hirudo Medicinalis menawarkan pengobatan alternatif dengan Lintah, Pengobatan Lintah Therapy Lintah Terapi Lintah Therapy Hirudo Medicinalis menyembuhkan penyakit Sinusitis, Diabetes Melitus (Kencing Manis) Terapi Kanker Therapy Tumor Terapi Parkinson Theraphy Lintah untuk Kanker Pengobatan alternatif tanpa efek samping di Klinik Hirudo Medicinalis Grogol Jakarta dan Klinik Hirudo Medicinalis penyembuhan Myom, Darah Tinggi, Jantung koroner, penyumbatan jantung Pengobatan Stroke, Pengobatan Cedera Otot, Kista, Pengobatan alternatif Teroit pengobatan alternatif diabetes melitus pengobatan alternatif terapi alterantif Vister Vertigo dll. Pengobatan lintah tanpa efek samping dan telah terbukti hasilnya. Pengobatan terapi lintah Indonesia Pengobatan Diabetes Basah Pengobatan kanker pengobatan kista. Web Design by PT. Interaksi Intimedia Jakarta - Indonesia Web Hosting Service provide by Aksimedia.com

 Migraine  |   Diabetes Mellitus  |  Sinusitis | saraf terjepit / Cedera otot  |  Penyakit JANTUNG / KORONER

PRAKTEK :
Senin ~ Sabtu  |  Jam : 9:00 ~ 14:00 WIB
Hari Libur buka : Jam 9:00 s/d 12:00 WIB - Minggu Tutup

Jl. Dr. Makaliwe I/16, Grogol - Jakarta Barat 11450
Telepon : (021) 567-0146  /  HP : 0816-786055
Email : info@klinik-hirudo.com 

Telah disediakan bahan obat dari alam sebelum penyakit terjadi, begitu besar kasih NYA pada manusia dan seisi alam. Tapi manusia merusak dan tidak merawat segala yang baik bagi kehidupannya. Jangan lupa, berdoa dan mohonlah kesembuhan hanya pada NYA. Bila Tuhan berkenan, tidak ada hal yang mustahil dikehidupan ini. Semua kesembuhan yang terjadi atas kehendak NYA lah. Kini, tidak banyak tempat apalagi orang yang masih bisa memberikan bukti dalam hal penyembuhan secara nyata. Semua ini karena kebesaran Tuhan yang maha kuasa. Suatu rahmat yang luar biasa, Kami diberi satu kelebihan dari yang lain dalam hal terapi penyembuhan penyakit. Unsur terjadinya penyakit tidak terlepas dari : Karma, amal, budi dan perbuatan.

Pada awal berdirinya pengobatan alternatif ini dengan nama “Klinik Dewa”, tahun 2000 sampai 2004 di Kota Medan, Sumatera utara. Tahun 2005 pindah ke Jakarta, menjadi “Klinik Hirudo”. Terapi hirudo Medicinalis leech dan ramuan herbal, Suatu proses penyembuhan yang dapat dirasakan hari demi hari dan sangat cepat. Berbagai macam penyakit kronis tersembuhkan di Klinik Hirudo. Hasil dari terapi ini sangat luar biasa. Perawatan dengan ramuan herbal & lintah menghilangkan rasa sakit secara signifikan. Hingga saat ini tidak ditemukan adanya efek samping sebagai akibat terapi hirudo medicinalis leech. Bila secara medis kedokteran sudah tidak bisa dilakukan tindakan dengan obat-obatan maupun operasi, jangan putus asa, masih ada jalan lain. Jangan perdulikan... bila anda sudah punya kenyakinan. Jangan menyerah, apapun yang mereka katakan kepada anda, teruslah berjuang. Cahaya adalah harapan... harapan selalu ada, sampai kapanpun...
 

MIGRAINE

Kata migraine sendiri berasal dari perkataan Yunani, hemikrania, yang berarti "separo kepala". Penyebab migrain bisa bermacam-macam. Mulai dari peredaran darah yang tidak lancar dalam otak karena kelelahan dan kurang beristirahat, pola makan yang buruk, radang tonsil sampai pencernaan yang kurang bagus daya kerjanya. Nyeri pada migrain disebabkan karena pelebaran pembuluh darah di otak. Hal ini antara lain berkaitan dengan kadar hormon serotonin dalam darah. Jika kadarnya tinggi, pembuluh darah akan menyempit, sebaliknya jika kadarnya rendah maka pembuluh darah akan melebar. Gejala yang dialami jika migrain muncul adalah nyeri kepala yang sangat hebat, biasanya di satu sisi namun dapat pula di kedua sisi kepala.

Penderita “sakit kepala sebelah” akan membaik setelah menjalani terapi lintah & ramuan herbal, biasanya pada terapi ketiga sudah hampir tidak merasakan gangguan nyeri migraine lagi. Pasien akan merasakan sakit yang berkurang, kepala terasa enteng, tidur pulas dan bangun tanpa rasa sakit. Penyembuhan penyakit migrain secara alami tanpa obat kimia, pasien akan terhindar dari penderitaan berkepanjangan, memang penyakit migraine secara medis belum bisa disembuhkan, Bukan berarti tidak bisa. Tidak masalah berapa tahun penyakit migraine telah diderita, di Klinik Hirudo bisa disembuhkan. Pasien penderita migraine selama 23 tahun pernah kami obati dan sembuh dalam 8 kali terapi. Kesembuhan dengan metode ini adalah permanen, tidak kambuh lagi. Sudah terbukti, Klinik Hirudo adalah Satu-satunya didunia yang bisa menyembuhkan penyakit migraine secara tuntas. Jangan katakan tidak. Berani mencoba ”sudah” setengah jalan menuju kesembuhan.
 

PENYAKIT JANTUNG / KORONER

Kombinasi antara ramuan herbal - Antikoagulan, mampu menbuat darah (platelet) tidak mudah pecah atau menggumpal. Menjadikan dinding pembuluh darah (endotil) kuat, tidak rapuh, dan tidak mudah ditembus oleh zat yang memecah dinding pembuluh darah. Melancarkan sirkulasi darah, mencairkan bekuan darah/plak, menbersihkan penyempitan pembuluh darah, membersihkan racun dalam darah. Mencegah meningkatnya kolesterol darah, menurunkan kolesterol dan kadar gula darah tinggi. Mencegah aterosklerosis, menurunkan tekanan darah tinggi, Menurunkan kadar lemak darah, menurunkan ketegangan saraf. Menurunkan kadar superoksida yang merusak jaringan otot jantung dan menambah sistem kekebalan tubuh.

Kita tidak mungkin bisa meramalkan kapan saatnya seseorang akan mengalami serangan jantung koroner, kecuali hanya menduga saja bahwa akan datang harinya entah kapan kalau saja seseorang membiarkan hidupnya tetap di bawah ancaman berisiko jantung koroner. Menjaga lebih baik dari mengobati apalagi sudah ada indikasi masalah di jantung. Hanya perlu mengikuti diterapi 8 kali, Yang sebetulnya dapat dilakukan oleh mereka yang berisiko jantung koroner atau pengidap kelainan jantung. Membekali diri untuk hari esok yang lebih baik sedini mungkin.

Jantung koroner, penyumbatan sampai 95% masih mungkin disembuhkan tanpa perlu pemasangan ring. Bagi pasien yang telah terpasang ring [stent] pun terapi ini sangat efektif, dengan terapi ini tidak diperlukan ring tambahan lagi. walaupun kondisi pasien sudah harus dibantu oksigen. Keluhan seperti sesak didada, sulit bernafas, sulit tidur, detak/ritme yang tidak stabil , jantung berdebar-debar, nyeri/sakit yang sangat didada, panas disekitar jantung, tenaga hilang, mudah lelah, akan berangsur menbaik dan normal kembali seiring terapi yang dijalani. Salah satu metode terapi alternatif untuk pengobatan penyakit jantung yang sudah terbukti keberhasilannya. Tanpa resiko yang berbahaya bagi tubuh secara keseluruhan. Persentasi kesembuhan pada pasien gangguan jantung sangat menggembirakan. 8 dari 10 orang penderita penyakit jantung bisa disembuhkan. Pasien yang kena serangan jantung ringan tidak perlu diopname, dengan terapi ini kondisi pasien akan sehat kembali. Paling lama pada terapi ketiga sudah bisa dirasakan kesembuhan dari pengobatan ini. Lamanya pengobatan antara 16 sampai 24 kali terapi. Setelah selesai 16 kali terapi, jantung pasien di C.T. scan untuk mengetahui sejauh mana kesembuhan yang didapat.

Beberapa penyakit jantung yang terbukti bisa disembuhkan di Klinik Hirudo yang berkaitan dengan sistem kardiovaskuler antara lain : Penderita masalah gangguan jantung, Penyempitan / Penyumbatan pembuluh darah. Jantung koroner, Pembengkakan jantung, kerusakan otot jantung oleh infeksi dan Jantung bocor. Bagi yang tidak nyamam diterapi dengan lintah. Mulai saat ini sudah bisa dilakukan dengan ramuan herbal saja untuk hasil yang sama baiknya.

 

DIABETES MELLITUS

Terapi paling baik bisa dilakukan dengan lintah & herbal untuk menperbaiki/menghidupkan jaringan saraf yang tersumbat maupun mati, biasanya disekitar telapak kaki hingga sampai dilutut, Kombinasi terapi lintah dan ramuan herbal khusus merangsang kerja pankreas sehingga produksi insulin akan berangsur normal kembali, ramuan ini sangat baik untuk system saraf dan sirkulasi darah pada daerah yang terserang diabetes. Gejala kesemutan, ba'al, mati rasa, kaku, bengkak [diabetes kering], akan menbaik pada terapi berikutnya. Radang, gangrene, busuk, luka yang tidak bisa sembuh. Pasca terapi pada minggu ke dua mulai kelihatan kesembuhan pada luka [diabetes basah] cairan nanah dan pendarahan pada luka akan berkurang dan luka mulai kering.

Tanpa perlu diamputasi atau kalau sudah diamputasi tapi luka tidak juga bisa menutup / sembuh kami sarankan dengan terapi lintah & herbal, diabetes basah / luka yang sulit sembuh bisa disembuhkan.

 

PHOTO GALLERY

 

TESTIMONIAL: PAPARAN ATAS INDIKASI AWAL SERANGAN JANTUNG

Kepada Yth., Bpk. Alie -Klinik Hirudo

Dengan hormat ,

Bersama ini saya sampaikan beberapa paparan mengenai indikasi- indikasi kesehatan diri saya dari sejak terasa gejala keluhan kelainan kerja organ jantung saya sampai dengan keputusan untuk memilih terapi pada klinik hirudo sebagai pilihan/jalan keluar untuk mengatasi hal tersebut diatas.
 

Berawal dari ketegangan psikis saya selama -/+ : 2 bulan ( Jan’09 s/d maret’09 ) di Dubai - Uni Emirat Arab , selama itu pula saya mengalami 2 kali sesak dan nyeri dada yang cukup hebat dan hal ini saya kira merupakan sakit yang biasa saja/masuk angin dan hal ini terulang lagi di jakarta pada akhir maret’09 ,dan akhirnya pihak medis/rumah sakit menyimpulkan bahwa dari hasil laboratorium positif ada gangguan kerja organ jantung , setelah pihak Rumah sakit menyatakan bahwa saya sudah bisa untuk pulang /rawat jalan , maka saya mulai cari alternatif penyembuhan yang saya pikir cukup logis untuk dipilih dan akhirnya pada tanggal 20/4/9 saya memilih Klinik hirudo untuk tempat penyembuhan ini.

Karena metoda terapi lintah yang di terapkan dengan ditambah minum ramuan herbal yang tentunya sudah banyak teruji pada pasien – pasien sebelumnya dengan hasil yang cukup baik, Disarankan agar saya mengikuti sampai dengan 10 kali terapi ( seminggu 2 kali terapi ) sudah saya jalani sampai terakhir kali tanggal 26/5/9 , semua keluhan berangsur – angsur berkurang hingga nyaris sama sekali tidak ada lagi,insya Allah tidak ada lagi bila kita konsisten untuk merawat/menjaga hal-hal atau tindakan yang menjadi sebab gangguan jantung tersebut untuk kita hindari di kemudian hari.

Berikut saya uraikan beberapa hal yang menjadi indikasi serangan jantung yang saya alami dan perlu di ketahui untuk masing – masing penderita berbeda indikasinya , hal- hal itu adalah sebagai berikut :

  • Diawali rasa otot dada bagian dalam perlahan mengencang hingga menyesakan sekali.
  • Kadang juga datang rasa kaku di kerongkongan atas seperti cekikan kecil.
  • Pada saat terjadi nya serangan tersebut nafas rasanya tersengal-sengal.
  • Sering terjadi rasa lemas yang hebat bila tubuh telah melakukan aktifitas yang berat. Dan bisa terjadi terus menerus dalam beberapa jam,hal itu di ikuti debaran jantung yang kencang.
  • Masih dalam kurun waktu yang bersamaan itu pula rasa cemas sangat merisaukan sampai dengan reaksi obat mulai bekerja ( biasanya satu jam setelah minum obat ).

Demikian sedikit paparan saya mengenai gangguan organ jantung yang pernah saya alami , mungkin bisa menjadi gambaran akan bagaimana menyikapi indikasi-indikasi tersebut diatas serta tindak pertama apa yang harus dilakukan, tentunya datang ke tempat pelayanan medis untuk pertolongan pertama kemudian terserah pada masing-masing penderita untuk melanjutkan perawatan tersebut. Dan mudah-mudahan berguna bagi siapapun yang mengetahuinya.
Terima kasih atas segala kebaikan dan kesembuhan yang saya dapat melalui Klinik Hirudo.

Blitar,Jawa Timur 03 - Juni – 2009

Met malem Pak alie, ini saya kasih info bahwa saya kemarin test medical jantung, hasilnya grafik untuk jantung sekarang sudah normal, enzimnya juga normal, sementara itu dulu infonya,Terima kasih. Didit.  [Sms : jam 19-02  tgl 27 june 2009]

Didit Purwanto.
Mobile: + 62 818 0792 6859
 

TESTIMONIAL: PERJUANGANKU MENUJU KESEMBUHAN DARI "JANTUNG KORONER"

 

Efek rokok yang besar tak pernah terbayangkan olehku, hal biasa dan tak ku perdulikan. Aktifitasku disebuah perusahaan swasta yang bergerak dibidang industri menyita banyak tenaga dan waktuku. Saat itu hanya rokok yang mengisi sela waktu kerjaku.
 
Aku Muin 44 tahun bersama istriku Karmini 42 tahun menetap di bandung dengan kedua putri kesayangan kami. Walau asalku dari Sumatra selatan tapi kota bandung menjadi pilihan untuk tinggal, udara bersih dan sejuk menjadi yang utama karena asma yang ku derita membutuhkan itu semua.Tahun 2005 aku merasakan hasil dari hobi merokok yang selama ini ku jalani.Dadaku serasa berdetak kuat, berdebar, tubuh lemas terhuyung, napas berat. Akhirnya aku pun masuk rumah sakit swasta di bandung. Dengan ragam pemeriksaan dan tindakan medis pun dilakukan, hingga diagnosa dokter pun turun, aku di vonis "jantung koroner".
 

Satu minggu ku jalani perawatan dan akhirnya kesembuhan pun ku dapat. Pola hidupku tak banyak yang berubah, rokok seolah menjadi pengulangan episode terdahulu. Napas yang berat serta gejala lainnya silih berganti singgah.

Intensitasnya yang ringan membuatku tak menanggapi dengan serius semua gejala itu.Melihat keadaanku yang seperti itu, adikku yang kebetulan bekerja disebuah kapal pesiar mencarikan info pengobatan alternatif di internet. Saat itu posisinya sedang di Amerika.

Desember 2008 info itu disampaikannya padaku, dipaparkannya tentang terapi alternatif dengan media lintah serta racikan herbal, tapi sayang aku tak bergeming. Akal sehatku terlalu angkuh untuk mencerna itu semua,hatiku tak yakin dengan metode yang terlampau sederhana itu. Akhirnya info itu hanya berlalu tanpa makna ditelingaku.

Februari 2009 aku mengalami serangan serupa. Masuk rumah sakit dan dirawat dengan keluhan dan sakit yang sama namun sedikit lebih berat. Satu minggu berlalu dan aku pun memutuskan berobat jalan. Kondisiku makin buruk, tubuhku lemas. Aku semakin tak yaman dengan kondisi ini. Obat yang ku minum tak lagi banyak membantu. Lelah dengan situasi tersebut akhirnya keluarga pun memutuskan membawaku ke klinik alternatif hirudo tempat yang disarankan adikku setahun lalu.

Tiga jam bandung Jakarta ku tempuh, diantar sanak famili dan keluarga, ku jalani proses awal terapi dengan media lintah yang ditempelkan didada kiriku. Ditambah racikan herbal yang ku minum tiap harinya semakin menyempurnakan proses terapi tersebut. Terapi pertama dan kedua belum banyak perubahan, walau demikian ku jalani dengan sabar, ku pahami benar karena jantung merupakan organ yang sangat sensitif, jadi perlu waktu untuk menanganinya.

Ketika proses ketiga aku tak lagi merasakan sesak dan lemas, beban didada kiri seolah lepas. Aku merasa begitu nyaman, dan keluarga tak perlu lagi mengantar ke Jakarta untuk terapi berikutnya, cukup aku dan istriku. Dengan bis umum ku lanjutkan sisa terapiku hingga 10 kali.

Perjuanganku mencari kesembuhan telah menuaikan hasil. Akhirnya ku bungkus rapat opiniku yang meragukan terapi alternatif Klinik Hirudo yang berada di jl.Dr.makaliwe I no 16 grogol tersebut. Saat itu aku terlalu angkuh mencermati info itu, andai saja ku terima saran adikku saat itu mungkin tak perlu berlama-lama ku rasakan sakit didada kiriku dan segudang rasa tak nyaman lainnya.Kini aku telah sembuh, dan aku berharap tak mengulang kesalahan serupa dalam hidupku.

Rokok sebisa mungkin ku hindari karena dari sanalah petaka itu semua bermula. Bila ada rekan dan teman yang merasakan hal serupa dengan ku dan sekiranya perlu info tentang pengobatan alternatif Klinik Hirudo tersebut silahkan telpon dan hubungi nomor ini (022)70525323

Bandung 10 june 2009

Bp Muin
 

TESTIMONIAL: JARI KAKIKU TERAMPUTASI KARENA DIABETES

Perjalanan saya terasa begitu panjang, hampir 20 an tahun penyakit gula (diabetes Melitus) mengrogoti tubuh saya. Bersama istri tercinta, Watini (45) dan saya Suryanto SE (47) berjuang agar terbebas dari kondisi ini.

Semangat dan perhatian keluarga; istri dan anak-anak saya begitu besar, hingga mampu saya lalui cobaan hidup yang terasa begitu berat ini. “Ada hikmah yang akan terpetik di setiap kejadian”. Hanya itu yang saya fikirkan agar dapat sembuh dan hidup normal. Tuhan selalu punya rencana berbeda pada setiap umat Nya. Mungkin dengan situasi ini tuhan menjadikan saya hamba yang sabar serta bijaksana dalam bersikap. Semua berawal ketika saya remaja, saat itu perut saya mudah sekali lapar, dan buang air kecil pun agak sering, tubuh kadang begitu lemas. Dari beberapa gejala tersebut saya anggap biasa, dan kehidupan pun saya jalani seperti biasa, layaknya pria pada umumnya. Ditahun ’83 kesibukan saya pun semakin meningkat. Sebagai pegawai pertamina saya abdikan Kemampuan saya, hingga kadang kesibukan membuat saya lupa akan gejala-gejala yang sebenarnya saya wariskan dari orang tua saya, yang kebetulan memang penderita gula.
 

Akhirnya tahun 1989 saya pun merasakan memetik hasil dari sikap apatis akan gejala-gejala yang sempat menegur saya di saat remaja dahulu. Dengan menjalani beberapa proses pemeriksaan di bagian internis, dokter pun mendiagnosa positif gula (diabetes mellitus). Medis pun memaparkan betapa bahayanya penyakit tersebut bila saya tidak mampu menjaga pola makan dengan baik. Kadar gula yang saat itu cukup tinggi (lebih dari 300) memaksa saya untuk menghindari segala makanan yang berkadar gula / glukosa tinggi.


Hampir tiap bulan saya kontrol ke RS Pertamina, walau demikian perubahan belum terjadi. Yang ada, berat badan saya semakin susut, dan di area jari kaki kanan saya pun mengalami oedem diabe (pembengkakan). Dokter khawatir oedem ini akan menjalar ke bagian tubuh lainnya. Maka mau tidak mau, dan melewati berbagai pertimbangan akhirnya di tahun 1997 2 jari di kaki kanan saya pun di amputasi.

Seiring waktu berjalan ternyata tak menyudahi sakit gula yang saya derita. Episode pengulangan pun terjadi. Setelah beberapa tahun kemudian, dokter pun menyarankan untuk amputasi kaki kiri saya. Parahnya sakit kali ini lebih dari yang pertama. Pembengkakan di area betis menimbulkan luka hingga berlubang / berbau, tapi tak sanggup rasanya jika harus kehilangan bagian tubuh lainnya. Bagaimana nanti saya berjalan bila bagian-bagian kaki saya terus saja dipreteli. Tak sanggup saya putuskan, akhirnya saya pun hijrah dari medis ke alternatif. Namun lagi-lagi saya mengalami jalan buntu. Refreksi dan metode alternatif lainnya telah memperkeruh keadaan fisik saya, kaki saya pun semakin tak karuan.

Menjelang ramadhan ’08, saya mendapatkan info tentang sebuah pengobatan dengan media lintah. Trauma dengan alternatif-alternatif terdahulu, saya pun tak begitu menghiraukannya.

Dengan kondisi yang semakin mengkhawatirkan akhirnya saya pun memutuskan untuk mengikuti terapi tersebut. Lintah-lintah itu ditempelkan dikaki saya, rasanya agak aneh, sulit diungkapkan. Tapi walau begitu terapi dengan sabar saya jalani, ditambah ramuan herbal yang diberikan dari klinik, lambat laun memberi efek dan reaksi tersendiri bagi tubuh saya khususnya dikaki. Kondisi keuangan saya yang kurang baik, membuat saya tidak intens mengikuti terapi tersebut. walau saya sadari benar bahwa perubahan telah terjadi. Tapi krisis financial membuat saya tidak rutin menjalani terapi di klinik Hirudo, Grogol. Saya berjanji bila ada rejeki nanti saya akan kembali terapi, itu tekat saya.

Diakhir tahun 2008, alhamdullillah saya kembali terapi, kini hasilnya semakin baik. Oedem di area betis pun mulai normal, dan luka-luka pun semakin kering dan menghitam pada kulit. Luka yang berlubang sudah tertutup. Saat ini sudah 9 kali secara rutin saya menjalani terapi, ada satu kepastian yang membuat harapan itu selalu tersimpan di hati saya, kesembuhan bukanlah hal yang mustahil…

Semoga apa yang saya alami saat ini menjadi sebuah pilihan bagi siapapun yang disaat ini tengah di dera rasa bimbang karena penyakit diabet basah. Di 021-8895 0624, saya akan sempatkan memberikan info yang diperlukan. Semoga segala apa yang telah kita lakukan bisa bermanfaat bagi sesama.

Jakarta 10 january 2009

Suryanto SE (47)

 

TESTIMONIAL: 15 tahun ku jalani hidup bersama "migraine"

Aku adalah seorang ibu muda, namaku Indah Ayu Susanti. Di usia ku yang ke-28, aku telah dikaruniai 3 buah hati serta seorang suami yang baik, Ade Asdinal 38 tahun.

Semua berawal ketika ku duduk di bangku SMP (sekolah menengah pertama). Sebuah masa yang selalu di tunggu oleh kaum muda, masa pubertas, masa pencarian dan sebuah masa peralihan dari anak-anak menjadi remaja. Semua insan akan mengalami proses ini, dan kebahagiaan yang paling banyak mengisi ruang kosong disebuah pribadi adalah masa itu. Semua berharap kebahagiaan menanti di kala pagi menjelang, tapi ternyata semua itu tidak terjadi padaku. Hampir sepanjang masa remaja, ku lewati dengan rasa sakit di kepala.


Saat itu aku masih terlalu muda untuk mencermati keadaan ku. Aku tidak mengerti, ku anggap hal biasa. Pingsan tak sadarkan diri dan kepala yang sakit ku anggap “lumrah”. Hal seperti ini terus saja terjadi. Aku dan jiwa muda ku tak mau ambil pusing. Obat-obatan warung telah menjadi teman masa remaja ku. Tiga tahun berlalu, ku lanjutkan pendidikan formal ku di bangku SMA (sekolah menengah atas). Masa telah berganti, tapi tidak dengan keadaan ku. Keluhan itu masih tetap ada. Neoralgin, Paramex dan jenis obat warung lainnya makin sering ku konsumsi, efek dosisnya pun semakin membuat ku mual dan perih di lambung.

Melihat keadaan ini keluarga ku pun mengambil sikap. Aku dilarikan ke RS. Halim, dan dokter pun mendiagnosa “migraine”. Setelah melewati beberapa tindakan medis aku pun pulang. Setelah beberapa waktu keadaan semula pun kembali pusing, lemas dan reaksi tak menyenangkan lainnya pun muncul.

Kian hari kontrol ku pun berkurang, kadang kepala ku benturkan ke dinding, itu ku lakukan karena rasa sakit dan nyeri yang terus-menerus mendera ku. Puluhan alternatif pun sudah sempat ku datangi, tapi tak ada hasil.

Tahun ’97 aku lulus SMA, di tahun itu pula aku menikah. Selang beberapa minggu aku pun positif hamil. Sungguh bukan hal yang mudah, dalam keadaan berbadan dua, pusing, mual dan lain-lain menjadi satu. Aku tidak tahu harus bagaimana, keluarga dan suami ku pun ikut stres karena melihat keadaan ku. Petunjuk apalagi yang harus ku cari, aku semakin putus asa, terlebih tak bisa lagi ku konsumsi obat-obatan warung karena takut mengganggu kesehatan janin ku. Coklat, mie instant, durian (makanan yang mengandung pepsin), adalah makanan kegemaran ku, tapi jangan harap aku menyentuhnya kembali karena disanalah ku dapati pemicu parahnya sakit ku.

Di tahun 2008, anak pertama ku (11 tahun), kedua (5 tahun), dan ketiga (3 tahun) , Mereka yang menggemaskan selalu mengukir senyum ku namun tanpa ku sadari temperamen ku naik turun, tanpa sebab kadang aku menjadi emosional melihat pola tingkah dan gelagat mereka. Hal seperti ini seharusnya tidak terjadi, kalau saja aku tidak sakit, tak akan pernah celoteh 3 buah hati ku menjadi sebuah “aubade” yang sumbang.

Mei 2008, kondisi ku kembali tak stabil, lebih dari sekali aku masuk UGD (unit gawat darurat), RS. UKI, Jakarta. Infus dan obat-obatan oral di tolak tubuh ku. Melihat keadaan ini dokter pun menjadi ambil tindakan lain, obat dimasukan lewat anus. “CT Scan” pun dilakukan, karena dokter takut ada sesuatu di kepala ku. Hasilnya adalah “migraine”. Sebelumnya di tahun 1999, aku pernah di diagnosa berbeda di RS. Mitra dokter mendiagnosa ku sinusitas, aku pun menjalani operasi dan perawatan selama 10 hari. Tapi enam bulan kemudian sakit yang serupa pun menyerang lebih kuat, dan aku pun kembali cuti sakit dari tempat kerja ku di Plaza Senayan.

“Lelah”, itu yang terus mendera ku. Dari medis hingga alternatif, semua sudah ku coba. Aku semakin bimbang, perhatian ku pada anak-anak dan suami ku semakin berkurang. Aku seoptimal mungkin memberikan apa yang mereka butuhkan. Kasih sayang, perhatian, tapi apakah aku mampu bila kondisi ku terus-menerus begini. Aku begitu tersiksa, kenapa tindakan medis yang begitu maju pun seolah tak mampu mengobati ku.

June 24 - 2008, aku dan keluarga pergi ke sebuah klinik alternatif di Grogol, “Hirudo”, itu namanya. Karena kondisi ku semakin buruk, keluarga ku pun mencari info kesehatan hingga ke internet. Disanalah kakak ku mendapatkan info tersebut. Terapi dengan media lintah itu ku jalani dengan sabar, walau belum ada perubahan yang besar, tapi rasa tegang di area leher ku pun sedikit berkurang. Tiga hari kemudian ku jalani terapi kedua ku, hasilnya semakin baik. 1 minggu 2 kali ku jalani terapi tersebut, dengan racikan herbal yang ku minum 2 kali sehari serta lintah yang menempel di sudut kening ku di setiap proses terapi semakin memulihkan kondisi ku. Kian hari kondisi ku makin baik. Betapa nikmatnya “rasa sehat” yang ku dapati saat ini. Di terapi ketiga, pak Ali sang terapis meminta ku mamakan semua makanan yang pernah menjadi pemicu sakit ku. Hasilnya, ya Allah tak ada reaksi, yang awalnya tak bisa sedikit pun ku sentuh coklat, mie ayam, durian dan lain-lain, kini dapat ku nikmati semuanya. Hingga terapi ke 8, aku semakin baik, tidak ada lagi rasa sakit. Anak-anak dan suami ku serta keluarga besar ku. Mereka begitu terharu, karena telah ku temukan “pelabuhan terakhir ku”. Klinik Hirudo, disanalah sakit ku bermuara. Ini semua adalah “bonanza” bagi ku dan keluarga ku. Jika saat ini, anda, saudara ku dimana pun dan bernasib sama dengan ku, jangan pernah sungkan untuk berbagi, (021-92128796) telephon ke nomor yang tertera diatas, aku berusaha membagi waktu untuk kalian semua. Terima kasih klinik “hirudo”, semoga setiap yang dilakukan akan selalu bernilai dan berarti di setiap jiwa-jiwa yang membutuhkan.

Keterangan :
- “aubade” : Nyanyian atau senandung
- “bonanza” : Kemujuran besar atau keberuntungan

Jakarta 10/8/08

Indah Ayu Susanti
 

 

TESTIMONIAL: “JANTUNG KORONER” HAMPIR MERENGGUT NYAWA KU

Bekerja keras, itulah yang saya lakukan demi menghidupi keluarga. Saya zulkifli (52) bersama Udriyah (51) istri saya, tidak pernah lelah, bekerja dan bekerja demi anak-anak kami agar dapat hidup lebih baik dari yang lainnya. Disebuah kios, kami gantungkan hidup tiap harinya. Di Pasar Anyar, Tangerang, disanalah kami berusaha sebagai pedagang kecil. Lelah, tak pernah kami hiraukan, yang terpenting adalah kesehatan dan pendidikan 4 anak kami dapat terpenuhi dengan baik. Sebagai seorang bapak saya pun bangga karena mampu dan berusaha walau peluh membanjiri kening dan tubuh saya, tapi semua seolah sirna kala melihat anak-anak saya mengenakan toga kelulusan, sebagai seorang wisudawan.
 

 Rutinitas saya bersama istri terus berjalan sebagai seorang pekerja keras, saya terkadang lupa bahwa tubuh ini bukanlah robot. Hingga pada akhirnya di tahun 2006 Desember, batas kemampuan fisik saya pun teruji. Serangan sakit yang tiba-tiba di dada kiri disertai batuk terus menerus, membuat saya dilarikan ke RS. Sari Asih, Tangerang. Setelah dilakukan tindakan-tindakan medis, EKG (elektro kardiogram) dan echo, diagnosa dokter pun jatuh pada 3 penyakit, jantung koroner, maag dan asma. Lambatnya perubahan kondisi fisik saya, membuat saya memutuskan untuk berobat jalan.

Agustus tanggal 4, 2008 saya kembali mengalami serangan serupa, tapi kali ini lebih parah. Akhirnya saya kembali dirawat inap di RS. Sari Asih, Tangerang. Tindakan medis pun dilakukan, hingga “kejut / kardio elektrik shock” pun dilakukan demi mengatasi ketidak stabilan kondisi saya pada saat itu. Keadaan saya yang sangat mengkhawatirkan membuat dokter bersolusi untuk melakukan operasi di RS. Harapan Kita, Jakarta. Banyaknya pertimbangan dari keluarga karena efek suatu operasi jantung tidaklah biasa, membuat keraguan pun muncul saat itu. Dengan segala keterbatasan akhirnya saya kembali memutuskan berobat jalan kembali.

Novembar tanggal 12 ditahun yang sama, saya kembali dirawat inap di RS. Sari Asih, Tangerang. Mual, sesak nafas, insomnia menjadi alasan saya kali ini. Efek obat yang selama ini saya minum selalu saja menimbulkan rasa tak nyaman, perut sering kali perih. Melihat keadaan ini rasa gelisah pun mendera keluarga kami, disatu sisi mereka takut kehilangan saya, disis lain saya pun mulai lelah dengan kondisi ini.

Semangat selalu ditunjukan istri saya dan anak-anak, terlebih Evi, anak perempuan tertua saya. Posisinya yang jauh, diluar Indonesia membuat saya tiap kali menangis, bila mendengar kabar kesehatan saya. Evi sempat menyarankan saya untuk ikut tinggal bersamanya di Singapura, upaya itu dilakukan agar saya dapat berobat dengan baik disana. Hari minggu 16 November 2008, anak saya Evi akan terbang ke Indonesia, untuk membicarakan kepastian keberangkatan saya bersamanya kelak.

Sabtu 15 november 2008, kondisi saya mendadak tak stabil, akhirnya tanpa pikir panjang lagi saya pun dibawa oleh kerabat yang saat itu memberikan info tentang terapi alternatif di Grogol, Jakarta Barat. Saya tidak bicara banyak, nafas saya begitu pendek, dada sesak, tubuh menggigil namun berkeringat. Kepada pusing, mual. Saya bingung harus bagaimana, perjalanan terasa begitu panjang. Tidak kuat rasanya, saya kembali mual dan muntah.

Setibanya, kami pun berkonsultasi, lalu terapi pun dilakukan. Mungkin karena darah saya begitu kental hingga membuat 2 ekor lintah yang menempel didada kiri saya lama membesar. Tapi walau begitu saya menikmatinya dengan sabar. Selang 30 menit, lintah pun dilepas. Ya Allah dada saya seperti dikompres dengan handuk dingin, enak sekali. Walau kepala masih pusing tapi tak mengapa, toh ini baru terapi yang pertama.

Tiap seminggu 2 kali terapi dilakukan, tak terasa kini sudah terapi yang ke-16 (target 16 kali), keadaan saya semakin baik, larangan dan pantangan pun sejauh ini tidak pernah saya langgar, telur asin, makanan berlemak tinggi dan lain-lain saya jauhkan, tak tersentuh sedikitpun. Anak saya Evi pun sangat bahagia, melihat kepesatan kesembuhan saya. Kehadirannya di Indonesia pun tidak ia sia-sia kan. Kolesterol yang berlebihan ditubuhnya selalu menimbulkan rasa pegal dan nyeri di bahu. Dengan 3 kali terapi alhamdullillah kini anak saya pun ikut merasakan betapa baiknya solusi yang telah kita pilih ini.

Ada sedikit penyesalan dihati saya, kenapa tidak dari dulu saya ikut terapi ini, lintah dan herbal adalah model terapi alternatif yang sudah disarankan kerabat saya beberapa bulan lalu, tapi saat itu saya masih ragu. Di “Klinik Hirudo” kini saya mendapatkannya, sebuah kesembuhan dari buah kesabaran dalam pencarian. Semoga orang-orang yang bernasib sama dengan saya mendapat info ini lebih cepat, dan untuk berbagi informasi saya berusaha menyempatkan waktu di telephon di 021-55760026. Semoga apa yang sudah kita lakukan ini dapat berarti untuk sesama kita.

Salam dan terima kasih kepada Klinik Hirudo.

Tangerang 7 january 2009

Bpk. Zulkifli (52)
 

 

TESTIMONIAL: “KETIKA HIDUP MEMBUAT KU TAK LAGI BERARTI”

Aku seorang wanita, sekaligus sebagai ibu untuk anak-anak ku. Sebagai ibu dan istri yang baik, ku jalani kehidupan dengan bahagia. Hingga pada akhirnya ditahun 2008 kebahagian seolah sirna. Penyakit darah tinggi/Hipertensi yang ku anggap biasa ternyata telah mengikis kepercayaan diriku. Kebahagian pun seolah memudar dari hari ku.
 

Hipertensi ku alami sejak 2003, karena ku anggap biasa aku tidak begitu merespon penyakit tersebut. Hampir rata-rata orang yang ku kenal mengalami penyakit serupa dengan ku, hingga ku sepelekan Hipertensi, dan pada akhirnya aku terserang Stroke. Bicara ku menjadi tak jelas, tubuh lemas dan beberapa reaksi lainnya paling serius adalah vertigo menbuatku tak bisa berdiri tanpa berpegangan.

Penyakit yang ku anggap biasa ini telah membuat ku hilang arah. Aku merasa di perolok oleh lingkungan sekitar. Emosi ku pun tak terbendung kala mereka tak lagi memahami ucapkanku. Aku pun merasa tak bermakna, yang ku lakukan seolah sia-sia. Efek stroke membuat kucacat ucapan.


Perubahan belum ku rasakan. Walau hampir dua minggu ku jalani proses perawatan di Rumah Sakit Swasta di Tangerang. Emosi ku makin tak stabil, kesabaran suami ku H. Ahi Sanusi (55) tak mampu meredam bara di hati ku. Hingga pada akhirnya keluarga ku mendapatkan info terapi dengan media lintah di internet. Rasa takut dan jijik menghantui perjalanan ku menuju tempat terapi tersebut. Dengan empat lintah di batang leher serta herbal yang ku dapat mampu mengurangi rasa tegang di bagian kepala ku, tapi tidak pada bicara ku, saat itu belum ada perubahan, masih seperti awal.

Minggu kedua, terapi ketiga. Disitu aku merasa sebuah perubahan yang cukup drastis. Cara bicara ku mulai normal. Intonansinya pun kian jelas. Aku tidak lagi menjadi bocah yang baru belajar bicara. Hingga terapi ke 10, keadaan ku semakin baik. Ini luar biasa, tak terbayangkan hidupku akan normal kembali.

Klinik Hirudo, disanalah ku dapat jalan pemulihan. Bagi anda yang sekiranya bernasib sama dengan ku, jangan ragu untuk mencoba solusi ini. Semoga apa yang kita lakukan mendapatkan restu NYA. Amin.

Hj. Farida Ratna S (51)
Kontak Person : 021 – 7319157

 

Testimonial: Penyakit Jantung bocor.

Farida H. Rumodar

KU SEMATKAN ASA DIANTARA TUBUH RAPUH KU
[ JANTUNGKU BOCOR …]

Bukan hal yang mudah ketika pagi ku awali kehidupan dengan nafas yang tersengal. Begitu sulitnya hingga aku tak tahu harus berbuat apa. Rutinitas ku ditahun 2002 sebagai seorang mahasiswi di Universitas Bung Karno semester IV jurusan ilmu komunikasi jurnalistik, begitu menyita tenaga dan waktu ku. Kondisi ku yang sensitif dan sakit-sakitan, mengharuskan ku menyewa tempat tinggal yang dekat dengan kampus. Tiap kali naik bis umum, aku selalu mual dan muntah-muntah, itulah satu-satunya alasan yang memaksa ku untuk berpisah sementara dari keluarga.

Sebagai bagian dari tim paduan suara kampus, aku sering keliling kota, tapi lagi-lagi aku hanya jadi bumerang. Aku malu, sampai-sampai harus pinjam tabung oksigen emergency milik ketua yayasan kampus ku. Ibu Rahmawati Soekarno Putri, kebetulan beliau menjadi penyelenggara acara haul Bung Karno di Blitar. Saat gladiresik tiba-tiba nafas ku sesak, tubuh gemetar dan mual, aku pun dilarikan kerumah sakit terdekat.

Sekembalinya aku dari Blitar, sakit ku berlanjut dan mendadak serius. Sebenarnya kondisi seperti ini terus berulang, dari awal 2001 aku sering masuk IGD RS. Cipto, awalnya karena batuk selama 4 Bulan, kadang suhu tubuh mencapai 40°C, dan separuh tubuh terasa keram, hampir mati rasa. Kebetulan aku satu tempat kost dengan teman-teman dari AKPER DEPKES dan YJK (Yayasan Jalan Kimia). Mereka banyak membantu ku, hingga aku disarankan membeli tabung oksigen sebagai alat bantu darurat, ukurannya sama persis dengan yang biasa digunakan untuk menyelam. Walau begitu aku tetap memeriksakan kondisi ku tiap bulannya.

Awal 2002 aku kembali dirawat di RS. Cipto, tetapi satu bulan sebelumnya aku sempat dirawat disalah satu Rumah Sakit di Sunter selama 4 hari. Diagnosa terakhir di RSCM aku terjangkit Broncopnemounia, aku tidak tahu apa penyebabnya.

Kondisi keuangan ku yang tidak stabil membuat ku tak mengutamakan menu dan lingkungan. Aku makan apa adanya, mie instan, itulah menu utama ku dikala pagi, siang bahkan malam. Bagi ku yang terpenting aku bisa makan. Bagaimana pun aku tidak ingin menjadi hamba yang tak pandai bersyukur, Tuhan sudah memberi banyak untuk kehidupan ku, aku tak ingin menuntut lebih. Tubuh ku yang tinggi besar, bahkan lebih besar semangat ku untuk hidup. Aku sebisa mungkin untuk tak mengeluh, disela aktifitas ku, masih ada waktu ku sisipkan untuk berbagi cerita pada anak-anak jalanan, bahkan orang-orang yang menamakan dirinya kelompok manusia gerobak tak luput dari incaran ku tuk berbagi suka dan duka. Tepat disamping kedutaan Polandia, Salemba-Jakarta Pusat. Disitulah hampir tiap malam aku berbagi kopi pahit dan ubi rebus.

Kehidupan terus ku jalani, nyeri didada ku kian buruk, entah berapa banyak sudah oksigen ku isi secara berulang. Hampir setiap hari harus ku isi sobat kecil ku itu, tenaga dan materi tak terhitung, honor artikel yang ku dapat tak lagi mencukupi, aku mulai lelah dan putus asa, Dokter teleh menerangkan bahwa hasil echo jantung yang ku lakukan atas perintahnya telah menghentikan rasa tanya dihati ku. Aku pernah marah pada kehidupan, tapi kali ini hidup menampar ku lebih keras, jantung ku bocor, aku tidak mengerti, yang ku rasakan betapa aku ingin berlari dan mencari punggung untuk ku bersandar, aku takut Tuhan. Selama ini aku begitu tegar, aku punya keluarga yang menyayangi ku, aku punya sahabat-sahabat yang baik, tapi saat itu aku hanya ingin menangis. Apa yang salah, aku tidak pernah melanggar norma kehidupan ku, hidup layak tanpa rokok dan lain-lain. Yang normal dan wajar pada umumnya.

Operasi adalah jalan satu-satunya, itulah yang dianjurkan dokter tiap kali aku kontrol ke Poli Jantung RSCM. Keluarga ku tidak setuju. Banyaknya kerabat dan kolega ayah ku yang koma karena efek dari operasi. Membuat Ibu, Ayah dan Kakak-kakak ku tak sepaham dengan apa yang ku mau. Tahun 2003, seorang Dokter di RSCM memberikan ku saran untuk melakukan operasi gratis, prosedur dari sebuah yayasan jantung membuat ku wara wiri mencari kemudahan diantara birokrasi yang sulit. Beberapa teman membantu mencarikan informasi agar aku dapat keringanan biaya. Tapi lagi-lagi aku terbentur syarat, bagaimana pun ijin tertulis dari keluarga harus ku dapat karena itu adalah syarat mutlak. Ditengah proses perijinan, aku berjumpa dengan seorang Bapak, Beliau rujukan dari RS di Palembang. Karena menuju poliklinik yang sama akhirnya kami pun berbincang tentang semua, kesamaan nasib dan lainnya. Ada rasa nyeri yang meronta dihati ku, aku takut mengalami hal yang serupa dengan Bapak itu. Beliau sudah lebih dari 2 kali operasi tapi keadaannya tidak bertahan lama. Bekas luka sayatan dan jahitan membuat nafas ku ingin berhenti, yang ada hanya ucapan “Oh Tuhan” desis ku dihati nyaris terdengar, rasa takut tak dapat ku pungkiri.

Awal 2004, aku kembali bekerja, walau posisinya sebagai tenaga paruh waktu tapi aku cukup menikmati posisi ku sebagai seorang penulis. Skripsi telah menanti ku, tapi bagaimana pun aku harus selesai tahun ini, aku tidak ingin menyia-nyiakan beasiswa yang susah payah ku raih, walau hanya 1 semester tapi aku bangga dapat mengurangi beban keluarga ku.

Diakhir proses skripsi, aku kembali masuk rumah sakit. Skripsi membuat ku lupa tidur dan makan, dan hingga akhirnya lagi-lagi jarum infus menancap dilengan kiri ku. Batuk ku mengeluarkan spuntum/dahak bercampur darah, aku semakin lemah. Pendarahan selama 1 Bulan pada rahim ku, entah karena apa, aku tidak mengerti. Ditengah sakit yang menyiksa, Tuhan telah banyak memberi ku kekuatan hingga mampu ku selesaikan skripsi. Dosen pembimbing yang begitu baik, Bpk. Drs. Pungkut Adnan Lubis, M.Si. Beliau bukan saja seorang dosen, bagi ku beliau banyak memberikan siraman pada batin ku agar aku tegar dan melangkah walau tertatih tapi jangan pernah takut, karena Tuhan tidak pernah jauh, begitu berartinya kalimat itu hingga ku putuskan untuk kembali ke rumah, tinggal bersama keluarga dan kakak-kakak tercinta. Semua obat-obatan telah ku buang, mereka membuat ku ketergantungan. Aku muak oleh efeknya. Pinggang ku selalu sakit, dan pipis terus menerus membuat ku menjadi insommia, reaksi obat itu terlalu berat.
 

Dengan segala keterbatasan, ku mulai kehidupan yang baru, dengan semangat seorang pria bernama Husen Rumodar. Pria kelahiran Sorong-Papua, 34 Tahun lalu, telah memberi warna disela hari ku. Dia banyak mengirimkan minyak sari buah merah dari Papua untuk meghentikan pendarahan dirahim ku. Hampir 6 Bulan, aku haid tidak berhenti, tapi setelah aku minum 3 botol selama 3 minggu pendarahan itu berhenti. Walaupun kami tidak pernah berjumpa, karena saat itu aku hanya mengenalnya lewat dunia maya, SMSnya terkirim ke nomor ponsel ku. Ini adalah keajaiban, Tuhan terlalu sayang pada ku, hingga dikirimkannya jodoh untuk ku, doa ku telah didengar Nya. Handphone telah menjadi media perkenalan ku dengannya.

 
Tahun 2006 akhir kami menikah, dia menerima ku apa adanya, dengan segala kekurangan ku, dengan segala sakit ku. Saat itu aku merasa kuasa Tuhan telah memeluk ku, begitu hangat hingga aku tak ingin lepas dari Nya. Hampir setahun usia perkawinan ku, tetapi sang buah hati belum juga muncul. Tahun 2007 aku memeriksakan diri di RS. Honoris-Tangerang. Hasil pemeriksaan dokter kandungan dan jantung membuat ku khawatir, karena jantung ku bermasalah, membuat ku beresiko besar untuk memiliki keturunan.

Ada kekhawatiran baru, selain khawatir tak mampu memiliki anak, aku pun khawatir suami tak puas dengan biologis yang ku berikan, karena tiap kali berhubungan aku selalu sesak nafas dan darah keluar dari mulutku bercampur spuntum, aku terbatuk-batuk sampai bercucuran peluh. Aku begitu tersiksa, tapi suami ku tetap bersabar, bahkan dia sampai tak tidur demi menjaga ku, dia begitu khawatir.

Ditahun yang sama aku masih seperti dulu, lemah dan tak berdaya. Aku tak mampu berbuat apa-apa. Pekerjaan rumah tangga pun tak bisa ku lakukan. Keseharian ku hanya tidur dan berbaring. Mencuci 1 piring kotor pun aku tidak sanggup, berjalan 30 Meter pun sudah terengah-engah. Aku semakin putus asa. Keraguan dan semangat untuk hidup semakin terkikis. Beberapa pengobatan alternatif telah aku ikuti, dari refleksi hingga lainnya, namun tak satu pun yang membuahkan hasil. Hingga pada akhirnya disuatu pagi, minggu tgl 12/8/07 aku tanpa sengaja menekan chanel Trans TV. Sebuah televisi swasta yang saat itu menayangkan sebuah acara informatif, “Good Morning”, mungkin suatu kebetulan, saat itu ada penayangan tentang pengobatan alternatif dengan menggunakan lintah, acara yang dipandu Maudy dan Ferdy, itu sempat menyita perhatian ku. Klinik Hirudo, sekilas nama itu yang disebutkan.

Aku begitu antusias, namun lagi-lagi hambatan datang, aku takut terapi itu mahal, dan lintah begitu menjijikan, akhirnya ku urungkan niat. Karena kondisi kian keruh, delapan bulan kemudian, aku kesana. April 2008, tgl 19 adalah hari pertama ku jalani terapi ekstrim itu. Hari Sabtu yang begitu menegangkan, dengan kondisi lemah, ku lalui proses terapi itu. Hampir satu jam aku dan teman ku berada di Klinik Hirudo.

Entah kata apa yang pantas ku ucap saat itu, tubuh ku begitu ringan, nafas ku begitu panjang saat ku tarik. Aku tidak percaya, apa benar yang ku rasakan saat ini. Aku telah lupa bagaimana indah dan nikmatnya menarik nafas dengan bebas, sakit ku terlalu lama, sampai nikmat itu cepat terlupakan, tetapi saat ini, inilah pertama kali aku menarik nafas panjang tanpa disertai batuk, sudah panjang, tidak dangkal. Aku begitu naif ataukah berlebih, aku tidak tahu, tapi memang itulah yang ku rasakan.

Keadaan ku tiap minggunya berangsur pulih, banyak hal yang sudah dapat aku lakukan, walau belum seluruhnya tapi aku merasakan hal yang pasti dan positif. Dengan menggunakan media lintah, aku merasakan proses alami tanpa resiko dan efek lainnya. Ditambah herbal yang diracik secara alami dan ditangani langsung oleh seorang terapis, tentunya memberikan suatu kualitas yang selalu terjaga. Pengobatan dilakukan tidak hanya diluar tubuh (Disekitar dada bagian kiri), tapi herbal yang diminum pun, aku dapatkan, lengkap, manfaatnya begitu terasa. Sedikit demi sedikit aku pun merasa pulih. Saat ini kondisi kesehatanku telah normal kembali.

Setelah proses terapi berjalan, begitu pun dengan menstruasi ku, kini tiap bulan dapat ku rasakan tamu bulanan secara normal, walau telat 2 sampai 4 hari, tapi itu tidak masalah, karena sebelumnya 3 sampai 4 Bulan sekali baru ku rasakan haid. Tubuh terasa lebih segar, proses terapi itu telah mengembalikan kepercayaan diriku. Tubuh Obesitas (Kelebihan berat badan) yang selama ini ku miliki, sedikit demi sedikit susut.

Sungguh aku ingin berbagi untuk para sahabat, janganlah sampai menunggu lama untuk bertindak, karena waktu tidak akan pernah menunggu. Ambillah kesempatan ini bila kalian bernasib sama dengan ku. Jantung adalah mutiara kita, jangan ragu, yakinkanlah hati untuk sembuh.

Aku Farida H. Rumodar (30 Tahun), ini adalah kesaksian ku. Aku melakukan ini murni semata-mata untuk berbagi pada para sahabat yang mengalami hal serupa dengan ku. Ini adalah suatu kemudahan dan solusi, jangan pernah takut untuk mencoba.

Bila suatu saat suara ku kalian butuhkan, untuk berbagi cerita, aku akan berusaha selalu siap, kalian bisa hubungi di 021-5456734, Hp. 0852 18533356/ 0852 84262448. Semoga tiga nomor telephone ini dapat menjadi penghubung untuk kita berbagi cerita dan solusi, karena di Klinik Hirudo banyak jenis penyakit selain jantung yang mampu disembuhkan.

Klinik yang berada di Jakarta barat ini, persisnya dikawasan Grogol dekat, kampus Trisakti, dijalan Dr. Makaliwe I No. 16. telah terbukti banyak memiliki kelebihan. Walau tempatnya begitu sederhana, tapi telah memberikan manfaat yang luar biasa.

Aku berharap dan terus berharap, semoga artikel sederhana ini mampu memberikan titik terang bagi para sahabat untuk mendapat kehidupan yang lebih sehat dan bermanfaat. Bila suatu saat Tuhan memanggil ku disaat ku nikmati kesembuhan ini, aku tidak akan pernah menyesal karena yang hidup pasti semua akan kembali kepada Nya. Tapi alangkah bahagianya bila kehidupan yang akan berakhir itu memiliki kesan dan meninggalkan senyum dihati orang-orang yang kita sayangi. Kita mampu tersenyum karena jiwa dan tubuh yang sehat.

Terima kasih kepada Klinik Hirudo, tempat yang sederhana namun memiliki ketulusan dan kemuliaan hati orang-orang yang berada didalamnya. Semoga kesederhanaan itu tidak akan pudar walau waktu terus berjalan. Semoga Tuhan selalu memberikan yang terbaik bagi kita, orang-orang yang menghargai hidup dan kehidupan, karena hidup adalah sebuah perjuangan.

Jakarta 10 June 2008
 

TERAPI LINTAH " KLINIK HIRUDO " pernah DITAYANGKAN PADA STASIUN TELEVISI

Stasiun TV Acara / Program
CNN " CNN News "
Lativi " Cerita Kita "
TV7  " Busset "
ANTV " Luar Biasa & Berbagi Cerita "
Trans 7 " Kajian Silaturahim & Asal Usul " - " Selamat Pagi " - " Rahasia Sunnah " - " Wara-Wiri "
SCTV " Seger Bener (Live) "
TPI " Lintas Pagi (Live) " - " Lintas Siang "
JAKTV " Delite "
Trans " Good Morning (Live) " - " Dorce Show "
TVRI " Tahu (Live) "
TV ONE " 1001 Dunia "