Klinik Hirudo Medicinalis menawarkan pengobatan alternatif dengan Lintah, Pengobatan Lintah Therapy Lintah Terapi Lintah Therapy Hirudo Medicinalis menyembuhkan penyakit Sinusitis, Diabetes Melitus (Kencing Manis) Terapi Kanker Therapy Tumor Terapi Parkinson Theraphy Lintah untuk Kanker Pengobatan alternatif tanpa efek samping di Klinik Hirudo Medicinalis Grogol Jakarta dan Klinik Hirudo Medicinalis penyembuhan Myom, Darah Tinggi, Jantung koroner, penyumbatan jantung Pengobatan Stroke, Pengobatan Cedera Otot, Kista, Pengobatan alternatif Teroit pengobatan alternatif diabetes melitus pengobatan alternatif terapi alterantif Vister Vertigo dll. Pengobatan lintah tanpa efek samping dan telah terbukti hasilnya. Pengobatan terapi lintah Indonesia Pengobatan Diabetes Basah Pengobatan kanker pengobatan kista. Web Design by PT. Interaksi Intimedia Jakarta - Indonesia Web Hosting Service provide by Aksimedia.com
IJIN DINKES: #342/072/32001/STPT/KBT/III/07
|
|
PRAKTEK : Jl. Dr. Makaliwe I/16, Grogol -
Jakarta Barat 11450 |
|
Lintah (Hirudo Medicinalis) telah digunakan berabad-abad lamanya, di zaman modern ini banyak hal yang dianjurkan oleh para ahli mulai dari makanan sampai perawatan tubuh sebisa mungkin memakai bahan alami dari alam. Tidak terkecuali dalam bidang pengobatan, kembali ke alam dengan terapi lintah, metode purba, manfaat hirudin asli dari lintah sebagai antikoagulan pada kardiovaskular. Terapi hirudo Medicinalis leech dan Herbal yang kami lakukan sejak tahun
2000 untuk pengobatan berbagai penyakit seperti
Kelenjar getah bening, Tyroid, Kanker payudara, Migraine, Sinusitis,
Diabetes mellitus kering / basah, Cedera otot / Saraf terjepit & Jantung
Koroner. |
|
|
Telah banyak pasien yang disembuhkan melalui metode terapi ini, proses penyembuhannya dapat dirasakan hari demi hari dan sangat cepat. Kami nyatakan bahwa hasil dari terapi ini sangat luar biasa. Perawatan dengan lintah & herbal menghilangkan rasa sakit secara signifikan. Hingga saat ini tidak ditemukan adanya efek samping sebagai akibat terapi hirudo medicinalis leech. Tidak semua penyakit diterapi dengan lintah, kondisi tertentu hanya perlu minum ramuan herbal saja. |
Cara pandang yang salah
akan hal menderita penyakit kanker, Apalagi bila divonis mengidap
penyakit kanker segalanya menjadi suram dan semangat hidup turun secara
dratis. Padahal penyakit ini dalam sebahagian besar kasus bisa
disembuhkan. Jangan putus asa masih ada hari esok. Ada indikasi penyakit
kanker ditubuh? Kita cenderung memandangnya sebagai sesuatu yang tidak
mungkin meninpa diri kita. Karena berbagai faktor gaya hidup sehat telah
kita jalani secara baik dan sesuai pedoman dari ahlinya, tapi kenapa
masih juga terjadi ? Kadang kita lupa, Seperti halnya kelahiran,
ketentuan mengenai sakit dan kematian tidak berada ditangan kita. Berdoa
dan berusahalah meminta kesembuhan hanya pada-NYA. |
|
PENYAKIT JANTUNGTerapi lintah yang kami padukan dengan ramuan khusus herbal sangat baik untuk netralisir racun, melenturkan,menguatkan saraf dan otot, mengencerkan darah / membersihkan plak / kolesterol / melancarkan aliran darah / sirkulasi darah dan oksigen juga melancarkan pemyumbatan pembuluh darah. Jantung yang sehat perlu bekalan darah yang encer dan oksigen yang cukup.Umumnya pasien merasa lebih baik dari setiap kali terapi keterapi lainnya. Keluhan seperti sesak nafas, sulit bernafas, nyeri / sakit didada, mudah lelah, jantung berdebar-ebar,panas disekitar jantung, keringat dingin, tidak bertenaga akan berkurang dan hilang seiring terapi yang dijalani. Metode terapi alternatif ini steril, aman, tanpa efek samping, juga merangsang saraf yang ada disekitar jantung untuk bisa meregenerasi diri sendiri. Persentasi kesembuhan pada pasien gangguan jantung sangat mengenbirakan.Paling lama pada terapi ketiga sudah mulai bisa dirasakan kesembuhan dari pengobatan ini. Lamanya pengobatan antara 16 sampai 24 kali terapi.Tanpa perlu dioperasi dan tidak tergantung pada obat–obatan kimia.
Berbagai penyakit jantung yang terbukti bisa disembuhkan dengan terapi
lintah dan herbal yang berkaitan dengan kordiovaskuler antara lain :
Hyper koaguasi / Darah kental, Pemyempitan / Pemyumbatan pembuluh
darah.Penderita gangguan jantung, Jantung koroner, Jantung bengkak, dan
Jantung bocor. |
DIABETES MELLITUSTerapi efektif bisa dilakukan dengan terapi lintah & herbal, untuk mengobati penyakit Diabetes Mellitus kombinasi terapi lintah dan ramuan herbal khusus merangsang pankreas sehingga memproduksi insulin akan normal kembali, ramuan ini sangat baik untuk system saraf dan sirkulasi darah pada daerah yang terserang diabetes. Gejala kesemutan, ba'al, mati rasa, kaku, bengkak [diabetes kering], akan menbaik pada terapi berikutnya. Radang, gangrene, busuk, luka yang tidak bisa sembuh. Pasca terapi pada minggu ke dua mulai kelihatan kesembuhan pada luka [diabetes basah] cairan nanah dan pendarahan pada luka akan berkurang dan kering.
Tanpa perlu diamputasi atau kalau sudah diamputasi tapi luka tidak juga
bisa menutup / sembuh kami sarankan dengan terapi lintah & herbal,
diabetes basah / luka yang sulit sembuh bisa disembuhkan. |
SARAF TERJEPIT / CEDERA OTOTDimulai dari rangsangan berupa sentuhan,
tekanan, rasa sakit, suhu panas atau dingin, rangsangan ini diterima
reseptor saraf pada kulit, lalu dikirim ke saraf tepi, masuk dalam
susunan saraf pusat di sumsum tulang belakang. Gangguan saraf tepi yang
biasanya mewujud pada gejala kesemutan bisa muncul akibat saraf terjebak
otot atau jaringan lain.
Terapi lintah & herbal untuk keluhan sakit karena Cedera otot / saraf
terjepit sangat efektif dan cepat menghilangkan nyeri, kaku, sakit saat
digerakan, panas yang disertai dengan kenjang-kejang. Umumnya dalam kasus
cedera otot / saraf terjepit terjadi penbekuan darah dan juga cairan.Dengan
terapi lintah & herbal, pasien terhindar dari kerusakan saraf secara
permanen. Seiring masa terapi keluhan sakit akibat cedera otot / saraf
terjepit akan hilang dan sembuh seperti semula. Perpaduan terapi lintah &
ramuan herbal China kuno ini sangat baik untuk pengobatan saraf yang
berkaitan dengan darah [ antikoagulasi & kardiovaskular]. |
||||||||||
PHOTO GALLERY
|
Testimonial: Penyakit Jantung bocor.Farida H. Rumodar KU SEMATKAN ASA DIANTARA TUBUH RAPUH KU Bukan hal yang mudah ketika pagi ku awali kehidupan dengan nafas yang tersengal. Begitu sulitnya hingga aku tak tahu harus berbuat apa. Rutinitas ku ditahun 2002 sebagai seorang mahasiswi di Universitas Bung Karno semester IV jurusan ilmu komunikasi jurnalistik, begitu menyita tenaga dan waktu ku. Kondisi ku yang sensitif dan sakit-sakitan, mengharuskan ku menyewa tempat tinggal yang dekat dengan kampus. Tiap kali naik bis umum, aku selalu mual dan muntah-muntah, itulah satu-satunya alasan yang memaksa ku untuk berpisah sementara dari keluarga. Sebagai bagian dari tim paduan suara kampus, aku sering keliling kota, tapi lagi-lagi aku hanya jadi bumerang. Aku malu, sampai-sampai harus pinjam tabung oksigen emergency milik ketua yayasan kampus ku. Ibu Rahmawati Soekarno Putri, kebetulan beliau menjadi penyelenggara acara haul Bung Karno di Blitar. Saat gladiresik tiba-tiba nafas ku sesak, tubuh gemetar dan mual, aku pun dilarikan kerumah sakit terdekat. Sekembalinya aku dari Blitar, sakit ku berlanjut dan mendadak serius. Sebenarnya kondisi seperti ini terus berulang, dari awal 2001 aku sering masuk IGD RS. Cipto, awalnya karena batuk selama 4 Bulan, kadang suhu tubuh mencapai 40°C, dan separuh tubuh terasa keram, hampir mati rasa. Kebetulan aku satu tempat kost dengan teman-teman dari AKPER DEPKES dan YJK (Yayasan Jalan Kimia). Mereka banyak membantu ku, hingga aku disarankan membeli tabung oksigen sebagai alat bantu darurat, ukurannya sama persis dengan yang biasa digunakan untuk menyelam. Walau begitu aku tetap memeriksakan kondisi ku tiap bulannya. Awal 2002 aku kembali dirawat di RS. Cipto, tetapi satu bulan sebelumnya aku sempat dirawat disalah satu Rumah Sakit di Sunter selama 4 hari. Diagnosa terakhir di RSCM aku terjangkit Broncopnemounia, aku tidak tahu apa penyebabnya. Kondisi keuangan ku yang tidak stabil membuat ku tak mengutamakan menu dan lingkungan. Aku makan apa adanya, mie instan, itulah menu utama ku dikala pagi, siang bahkan malam. Bagi ku yang terpenting aku bisa makan. Bagaimana pun aku tidak ingin menjadi hamba yang tak pandai bersyukur, Tuhan sudah memberi banyak untuk kehidupan ku, aku tak ingin menuntut lebih. Tubuh ku yang tinggi besar, bahkan lebih besar semangat ku untuk hidup. Aku sebisa mungkin untuk tak mengeluh, disela aktifitas ku, masih ada waktu ku sisipkan untuk berbagi cerita pada anak-anak jalanan, bahkan orang-orang yang menamakan dirinya kelompok manusia gerobak tak luput dari incaran ku tuk berbagi suka dan duka. Tepat disamping kedutaan Polandia, Salemba-Jakarta Pusat. Disitulah hampir tiap malam aku berbagi kopi pahit dan ubi rebus. Kehidupan terus ku jalani, nyeri didada ku kian buruk, entah berapa banyak sudah oksigen ku isi secara berulang. Hampir setiap hari harus ku isi sobat kecil ku itu, tenaga dan materi tak terhitung, honor artikel yang ku dapat tak lagi mencukupi, aku mulai lelah dan putus asa, Dokter teleh menerangkan bahwa hasil echo jantung yang ku lakukan atas perintahnya telah menghentikan rasa tanya dihati ku. Aku pernah marah pada kehidupan, tapi kali ini hidup menampar ku lebih keras, jantung ku bocor, aku tidak mengerti, yang ku rasakan betapa aku ingin berlari dan mencari punggung untuk ku bersandar, aku takut Tuhan. Selama ini aku begitu tegar, aku punya keluarga yang menyayangi ku, aku punya sahabat-sahabat yang baik, tapi saat itu aku hanya ingin menangis. Apa yang salah, aku tidak pernah melanggar norma kehidupan ku, hidup layak tanpa rokok dan lain-lain. Yang normal dan wajar pada umumnya. Operasi adalah jalan satu-satunya, itulah yang dianjurkan dokter tiap kali aku kontrol ke Poli Jantung RSCM. Keluarga ku tidak setuju. Banyaknya kerabat dan kolega ayah ku yang koma karena efek dari operasi. Membuat Ibu, Ayah dan Kakak-kakak ku tak sepaham dengan apa yang ku mau. Tahun 2003, seorang Dokter di RSCM memberikan ku saran untuk melakukan operasi gratis, prosedur dari sebuah yayasan jantung membuat ku wara wiri mencari kemudahan diantara birokrasi yang sulit. Beberapa teman membantu mencarikan informasi agar aku dapat keringanan biaya. Tapi lagi-lagi aku terbentur syarat, bagaimana pun ijin tertulis dari keluarga harus ku dapat karena itu adalah syarat mutlak. Ditengah proses perijinan, aku berjumpa dengan seorang Bapak, Beliau rujukan dari RS di Palembang. Karena menuju poliklinik yang sama akhirnya kami pun berbincang tentang semua, kesamaan nasib dan lainnya. Ada rasa nyeri yang meronta dihati ku, aku takut mengalami hal yang serupa dengan Bapak itu. Beliau sudah lebih dari 2 kali operasi tapi keadaannya tidak bertahan lama. Bekas luka sayatan dan jahitan membuat nafas ku ingin berhenti, yang ada hanya ucapan “Oh Tuhan” desis ku dihati nyaris terdengar, rasa takut tak dapat ku pungkiri. Awal 2004, aku kembali bekerja, walau posisinya sebagai tenaga paruh waktu tapi aku cukup menikmati posisi ku sebagai seorang penulis. Skripsi telah menanti ku, tapi bagaimana pun aku harus selesai tahun ini, aku tidak ingin menyia-nyiakan beasiswa yang susah payah ku raih, walau hanya 1 semester tapi aku bangga dapat mengurangi beban keluarga ku.
Diakhir proses skripsi, aku kembali masuk rumah sakit. Skripsi
membuat ku lupa tidur dan makan, dan hingga akhirnya lagi-lagi jarum
infus menancap dilengan kiri ku. Batuk ku mengeluarkan spuntum/dahak
bercampur darah, aku semakin lemah. Pendarahan selama 1 Bulan pada
rahim ku, entah karena apa, aku tidak mengerti. Ditengah sakit yang
menyiksa, Tuhan telah banyak memberi ku kekuatan hingga mampu ku
selesaikan skripsi. Dosen pembimbing yang begitu baik, Bpk. Drs.
Pungkut Adnan Lubis, M.Si. Beliau bukan saja seorang dosen, bagi ku
beliau banyak memberikan siraman pada batin ku agar aku tegar dan
melangkah walau tertatih tapi jangan pernah takut, karena Tuhan
tidak pernah jauh, begitu berartinya kalimat itu hingga ku putuskan
untuk kembali ke rumah, tinggal bersama keluarga dan kakak-kakak
tercinta. Semua obat-obatan telah ku buang, mereka membuat ku
ketergantungan. Aku muak oleh efeknya. Pinggang ku selalu sakit, dan
pipis terus menerus membuat ku menjadi insommia, reaksi obat itu
terlalu berat. | |
|
Dengan segala keterbatasan, ku mulai kehidupan yang baru, dengan semangat seorang pria bernama Husen Rumodar. Pria kelahiran Sorong-Papua, 34 Tahun lalu, telah memberi warna disela hari ku. Dia banyak mengirimkan minyak sari buah merah dari Papua untuk meghentikan pendarahan dirahim ku. Hampir 6 Bulan, aku haid tidak berhenti, tapi setelah aku minum 3 botol selama 3 minggu pendarahan itu berhenti. Walaupun kami tidak pernah berjumpa, karena saat itu aku hanya mengenalnya lewat dunia maya, SMSnya terkirim ke nomor ponsel ku. Ini adalah keajaiban, Tuhan terlalu sayang pada ku, hingga dikirimkannya jodoh untuk ku, doa ku telah didengar Nya. Handphone telah menjadi media perkenalan ku dengannya. |
|
|
Ada kekhawatiran baru, selain khawatir tak mampu memiliki anak, aku pun khawatir suami tak puas dengan biologis yang ku berikan, karena tiap kali berhubungan aku selalu sesak nafas dan darah keluar dari mulutku bercampur spuntum, aku terbatuk-batuk sampai bercucuran peluh. Aku begitu tersiksa, tapi suami ku tetap bersabar, bahkan dia sampai tak tidur demi menjaga ku, dia begitu khawatir. Ditahun yang sama aku masih seperti dulu, lemah dan tak berdaya. Aku tak mampu berbuat apa-apa. Pekerjaan rumah tangga pun tak bisa ku lakukan. Keseharian ku hanya tidur dan berbaring. Mencuci 1 piring kotor pun aku tidak sanggup, berjalan 30 Meter pun sudah terengah-engah. Aku semakin putus asa. Keraguan dan semangat untuk hidup semakin terkikis. Beberapa pengobatan alternatif telah aku ikuti, dari refleksi hingga lainnya, namun tak satu pun yang membuahkan hasil. Hingga pada akhirnya disuatu pagi, minggu tgl 12/8/07 aku tanpa sengaja menekan chanel Trans TV. Sebuah televisi swasta yang saat itu menayangkan sebuah acara informatif, “Good Morning”, mungkin suatu kebetulan, saat itu ada penayangan tentang pengobatan alternatif dengan menggunakan lintah, acara yang dipandu Maudy dan Ferdy, itu sempat menyita perhatian ku. Klinik Hirudo, sekilas nama itu yang disebutkan. Aku begitu antusias, namun lagi-lagi hambatan datang, aku takut terapi itu mahal, dan lintah begitu menjijikan, akhirnya ku urungkan niat. Karena kondisi kian keruh, delapan bulan kemudian, aku kesana. April 2008, tgl 19 adalah hari pertama ku jalani terapi ekstrim itu. Hari Sabtu yang begitu menegangkan, dengan kondisi lemah, ku lalui proses terapi itu. Hampir satu jam aku dan teman ku berada di Klinik Hirudo. Entah kata apa yang pantas ku ucap saat itu, tubuh ku begitu ringan, nafas ku begitu panjang saat ku tarik. Aku tidak percaya, apa benar yang ku rasakan saat ini. Aku telah lupa bagaimana indah dan nikmatnya menarik nafas dengan bebas, sakit ku terlalu lama, sampai nikmat itu cepat terlupakan, tetapi saat ini, inilah pertama kali aku menarik nafas panjang tanpa disertai batuk, sudah panjang, tidak dangkal. Aku begitu naif ataukah berlebih, aku tidak tahu, tapi memang itulah yang ku rasakan. Keadaan ku tiap minggunya berangsur pulih, banyak hal yang sudah dapat aku lakukan, walau belum seluruhnya tapi aku merasakan hal yang pasti dan positif. Dengan menggunakan media lintah, aku merasakan proses alami tanpa resiko dan efek lainnya. Ditambah herbal yang diracik secara alami dan ditangani langsung oleh seorang terapis, tentunya memberikan suatu kualitas yang selalu terjaga. Pengobatan dilakukan tidak hanya diluar tubuh (Disekitar dada bagian kiri), tapi herbal yang diminum pun, aku dapatkan, lengkap, manfaatnya begitu terasa. Sedikit demi sedikit aku pun merasa pulih. Saat ini kondisi kesehatanku telah normal kembali. Setelah proses terapi berjalan, begitu pun dengan menstruasi ku, kini tiap bulan dapat ku rasakan tamu bulanan secara normal, walau telat 2 sampai 4 hari, tapi itu tidak masalah, karena sebelumnya 3 sampai 4 Bulan sekali baru ku rasakan haid. Tubuh terasa lebih segar, proses terapi itu telah mengembalikan kepercayaan diriku. Tubuh Obesitas (Kelebihan berat badan) yang selama ini ku miliki, sedikit demi sedikit susut. Sungguh aku ingin berbagi untuk para sahabat, janganlah sampai menunggu lama untuk bertindak, karena waktu tidak akan pernah menunggu. Ambillah kesempatan ini bila kalian bernasib sama dengan ku. Jantung adalah mutiara kita, jangan ragu, yakinkanlah hati untuk sembuh. Aku Farida H. Rumodar (30 Tahun), ini adalah kesaksian ku. Aku melakukan ini murni semata-mata untuk berbagi pada para sahabat yang mengalami hal serupa dengan ku. Ini adalah suatu kemudahan dan solusi, jangan pernah takut untuk mencoba. Bila suatu saat suara ku kalian butuhkan, untuk berbagi cerita, aku akan berusaha selalu siap, kalian bisa hubungi di 021-5456734, Hp. 0852 18533356/ 0852 84262448. Semoga tiga nomor telephone ini dapat menjadi penghubung untuk kita berbagi cerita dan solusi, karena di Klinik Hirudo banyak jenis penyakit selain jantung yang mampu disembuhkan. Klinik yang berada di Jakarta barat ini, persisnya dikawasan Grogol dekat, kampus Trisakti, dijalan Dr. Makaliwe I No. 16. telah terbukti banyak memiliki kelebihan. Walau tempatnya begitu sederhana, tapi telah memberikan manfaat yang luar biasa. Aku berharap dan terus berharap, semoga artikel sederhana ini mampu memberikan titik terang bagi para sahabat untuk mendapat kehidupan yang lebih sehat dan bermanfaat. Bila suatu saat Tuhan memanggil ku disaat ku nikmati kesembuhan ini, aku tidak akan pernah menyesal karena yang hidup pasti semua akan kembali kepada Nya. Tapi alangkah bahagianya bila kehidupan yang akan berakhir itu memiliki kesan dan meninggalkan senyum dihati orang-orang yang kita sayangi. Kita mampu tersenyum karena jiwa dan tubuh yang sehat. Terima kasih kepada Klinik Hirudo, tempat yang sederhana namun memiliki ketulusan dan kemuliaan hati orang-orang yang berada didalamnya. Semoga kesederhanaan itu tidak akan pudar walau waktu terus berjalan. Semoga Tuhan selalu memberikan yang terbaik bagi kita, orang-orang yang menghargai hidup dan kehidupan, karena hidup adalah sebuah perjuangan. Jakarta 10 June 2008
| |
TERAPI LINTAH " KLINIK HIRUDO " pernah DITAYANGKAN PADA STASIUN TELEVISI
|