Klinik Hirudo Medicinalis menawarkan pengobatan alternatif dengan Lintah, Pengobatan Lintah Therapy Lintah Terapi Lintah Therapy Hirudo Medicinalis menyembuhkan penyakit Sinusitis, Diabetes Melitus (Kencing Manis) Terapi Kanker Therapy Tumor Terapi Parkinson Theraphy Lintah untuk Kanker Pengobatan alternatif tanpa efek samping di Klinik Hirudo Medicinalis Grogol Jakarta dan Klinik Hirudo Medicinalis penyembuhan Myom, Darah Tinggi, Jantung koroner, penyumbatan jantung Pengobatan Stroke, Pengobatan Cedera Otot, Kista, Pengobatan alternatif Teroit pengobatan alternatif diabetes melitus pengobatan alternatif terapi alterantif Vister Vertigo dll. Pengobatan lintah tanpa efek samping dan telah terbukti hasilnya. Pengobatan terapi lintah Indonesia Pengobatan Diabetes Basah Pengobatan kanker pengobatan kista. Web Design by PT. Interaksi Intimedia Jakarta - Indonesia Web Hosting Service provide by Aksimedia.com
IJIN DINKES: #111/009/32001/STPT/KBT/II/09
|
|
PRAKTEK : Jl. Dr. Makaliwe I/16, Grogol -
Jakarta Barat 11450 |
![]() |
|
Telah disediakan bahan obat dari alam sebelum penyakit terjadi,
begitu besar kasih NYA pada manusia dan seisi alam. Tapi manusia merusak
dan tidak merawat segala yang baik bagi kehidupannya. Jangan lupa,
berdoa dan mohonlah kesembuhan hanya pada NYA. Bila Tuhan berkenan,
tidak ada hal yang mustahil dikehidupan ini. Semua kesembuhan yang
terjadi atas kehendak NYA lah. Kini, tidak banyak tempat apalagi orang
yang masih bisa memberikan bukti dalam hal penyembuhan secara nyata.
Semua ini karena kebesaran Tuhan yang maha kuasa. Suatu rahmat yang luar
biasa, Kami diberi satu kelebihan dari yang lain dalam hal terapi
penyembuhan penyakit. Unsur terjadinya penyakit tidak terlepas dari :
Karma, amal, budi dan perbuatan. |
MIGRAINEKata migraine sendiri berasal dari perkataan Yunani, hemikrania, yang berarti "separo kepala". Penyebab migrain bisa bermacam-macam. Mulai dari peredaran darah yang tidak lancar dalam otak karena kelelahan dan kurang beristirahat, pola makan yang buruk, radang tonsil sampai pencernaan yang kurang bagus daya kerjanya. Nyeri pada migrain disebabkan karena pelebaran pembuluh darah di otak. Hal ini antara lain berkaitan dengan kadar hormon serotonin dalam darah. Jika kadarnya tinggi, pembuluh darah akan menyempit, sebaliknya jika kadarnya rendah maka pembuluh darah akan melebar. Gejala yang dialami jika migrain muncul adalah nyeri kepala yang sangat hebat, biasanya di satu sisi namun dapat pula di kedua sisi kepala.
Penderita “sakit kepala sebelah” akan membaik setelah menjalani
terapi lintah & ramuan herbal, biasanya pada terapi ketiga sudah hampir
tidak merasakan gangguan nyeri migraine lagi. Pasien akan merasakan
sakit yang berkurang, kepala terasa enteng, tidur pulas dan bangun tanpa
rasa sakit. Penyembuhan penyakit migrain secara alami tanpa obat kimia,
pasien akan terhindar dari penderitaan berkepanjangan, memang penyakit
migraine secara medis belum bisa disembuhkan, Bukan berarti tidak bisa.
Tidak masalah berapa tahun penyakit migraine telah diderita, di Klinik
Hirudo bisa disembuhkan. Pasien penderita migraine selama 23 tahun
pernah kami obati dan sembuh dalam 8 kali terapi. Kesembuhan dengan
metode ini adalah permanen, tidak kambuh lagi. Sudah terbukti, Klinik
Hirudo adalah Satu-satunya didunia yang bisa menyembuhkan penyakit
migraine secara tuntas. Jangan katakan tidak. Berani mencoba
”sudah” setengah jalan menuju kesembuhan. |
PENYAKIT JANTUNG / KORONERKombinasi antara ramuan herbal - Antikoagulan, mampu menbuat darah (platelet) tidak mudah pecah atau menggumpal. Menjadikan dinding pembuluh darah (endotil) kuat, tidak rapuh, dan tidak mudah ditembus oleh zat yang memecah dinding pembuluh darah. Melancarkan sirkulasi darah, mencairkan bekuan darah/plak, menbersihkan penyempitan pembuluh darah, membersihkan racun dalam darah. Mencegah meningkatnya kolesterol darah, menurunkan kolesterol dan kadar gula darah tinggi. Mencegah aterosklerosis, menurunkan tekanan darah tinggi, Menurunkan kadar lemak darah, menurunkan ketegangan saraf. Menurunkan kadar superoksida yang merusak jaringan otot jantung dan menambah sistem kekebalan tubuh. Kita tidak mungkin bisa meramalkan kapan saatnya seseorang akan mengalami serangan jantung koroner, kecuali hanya menduga saja bahwa akan datang harinya entah kapan kalau saja seseorang membiarkan hidupnya tetap di bawah ancaman berisiko jantung koroner. Menjaga lebih baik dari mengobati apalagi sudah ada indikasi masalah di jantung. Hanya perlu mengikuti diterapi 8 kali, Yang sebetulnya dapat dilakukan oleh mereka yang berisiko jantung koroner atau pengidap kelainan jantung. Membekali diri untuk hari esok yang lebih baik sedini mungkin. Jantung koroner, penyumbatan sampai 95% masih mungkin disembuhkan tanpa perlu pemasangan ring. Bagi pasien yang telah terpasang ring [stent] pun terapi ini sangat efektif, dengan terapi ini tidak diperlukan ring tambahan lagi. walaupun kondisi pasien sudah harus dibantu oksigen. Keluhan seperti sesak didada, sulit bernafas, sulit tidur, detak/ritme yang tidak stabil , jantung berdebar-debar, nyeri/sakit yang sangat didada, panas disekitar jantung, tenaga hilang, mudah lelah, akan berangsur menbaik dan normal kembali seiring terapi yang dijalani. Salah satu metode terapi alternatif untuk pengobatan penyakit jantung yang sudah terbukti keberhasilannya. Tanpa resiko yang berbahaya bagi tubuh secara keseluruhan. Persentasi kesembuhan pada pasien gangguan jantung sangat menggembirakan. 8 dari 10 orang penderita penyakit jantung bisa disembuhkan. Pasien yang kena serangan jantung ringan tidak perlu diopname, dengan terapi ini kondisi pasien akan sehat kembali. Paling lama pada terapi ketiga sudah bisa dirasakan kesembuhan dari pengobatan ini. Lamanya pengobatan antara 16 sampai 24 kali terapi. Setelah selesai 16 kali terapi, jantung pasien di C.T. scan untuk mengetahui sejauh mana kesembuhan yang didapat. Beberapa penyakit jantung yang terbukti bisa disembuhkan di Klinik Hirudo yang berkaitan dengan sistem kardiovaskuler antara lain : Penderita masalah gangguan jantung, Penyempitan / Penyumbatan pembuluh darah. Jantung koroner, Pembengkakan jantung, kerusakan otot jantung oleh infeksi dan Jantung bocor. Bagi yang tidak nyamam diterapi dengan lintah. Mulai saat ini sudah bisa dilakukan dengan ramuan herbal saja untuk hasil yang sama baiknya.
|
DIABETES MELLITUSTerapi paling baik bisa dilakukan dengan lintah & herbal untuk menperbaiki/menghidupkan jaringan saraf yang tersumbat maupun mati, biasanya disekitar telapak kaki hingga sampai dilutut, Kombinasi terapi lintah dan ramuan herbal khusus merangsang kerja pankreas sehingga produksi insulin akan berangsur normal kembali, ramuan ini sangat baik untuk system saraf dan sirkulasi darah pada daerah yang terserang diabetes. Gejala kesemutan, ba'al, mati rasa, kaku, bengkak [diabetes kering], akan menbaik pada terapi berikutnya. Radang, gangrene, busuk, luka yang tidak bisa sembuh. Pasca terapi pada minggu ke dua mulai kelihatan kesembuhan pada luka [diabetes basah] cairan nanah dan pendarahan pada luka akan berkurang dan luka mulai kering. Tanpa perlu diamputasi atau kalau sudah diamputasi tapi luka tidak juga bisa menutup / sembuh kami sarankan dengan terapi lintah & herbal, diabetes basah / luka yang sulit sembuh bisa disembuhkan. |
PHOTO GALLERY
|
| |||||||||||||||||||||||||||||
TESTIMONIAL: 15 tahun ku jalani hidup bersama "migraine" | |||||||||||||||||||||||||||||
| |||||||||||||||||||||||||||||
Saat itu aku masih terlalu muda untuk mencermati keadaan ku. Aku tidak mengerti, ku anggap hal biasa. Pingsan tak sadarkan diri dan kepala yang sakit ku anggap “lumrah”. Hal seperti ini terus saja terjadi. Aku dan jiwa muda ku tak mau ambil pusing. Obat-obatan warung telah menjadi teman masa remaja ku. Tiga tahun berlalu, ku lanjutkan pendidikan formal ku di bangku SMA (sekolah menengah atas). Masa telah berganti, tapi tidak dengan keadaan ku. Keluhan itu masih tetap ada. Neoralgin, Paramex dan jenis obat warung lainnya makin sering ku konsumsi, efek dosisnya pun semakin membuat ku mual dan perih di lambung. Melihat keadaan ini keluarga ku pun mengambil sikap. Aku dilarikan ke RS. Halim, dan dokter pun mendiagnosa “migraine”. Setelah melewati beberapa tindakan medis aku pun pulang. Setelah beberapa waktu keadaan semula pun kembali pusing, lemas dan reaksi tak menyenangkan lainnya pun muncul. Kian hari kontrol ku pun berkurang, kadang kepala ku benturkan ke dinding, itu ku lakukan karena rasa sakit dan nyeri yang terus-menerus mendera ku. Puluhan alternatif pun sudah sempat ku datangi, tapi tak ada hasil. Tahun ’97 aku lulus SMA, di tahun itu pula aku menikah. Selang beberapa minggu aku pun positif hamil. Sungguh bukan hal yang mudah, dalam keadaan berbadan dua, pusing, mual dan lain-lain menjadi satu. Aku tidak tahu harus bagaimana, keluarga dan suami ku pun ikut stres karena melihat keadaan ku. Petunjuk apalagi yang harus ku cari, aku semakin putus asa, terlebih tak bisa lagi ku konsumsi obat-obatan warung karena takut mengganggu kesehatan janin ku. Coklat, mie instant, durian (makanan yang mengandung pepsin), adalah makanan kegemaran ku, tapi jangan harap aku menyentuhnya kembali karena disanalah ku dapati pemicu parahnya sakit ku. Di tahun 2008, anak pertama ku (11 tahun), kedua (5 tahun), dan ketiga (3 tahun) , Mereka yang menggemaskan selalu mengukir senyum ku namun tanpa ku sadari temperamen ku naik turun, tanpa sebab kadang aku menjadi emosional melihat pola tingkah dan gelagat mereka. Hal seperti ini seharusnya tidak terjadi, kalau saja aku tidak sakit, tak akan pernah celoteh 3 buah hati ku menjadi sebuah “aubade” yang sumbang. Mei 2008, kondisi ku kembali tak stabil, lebih dari sekali aku masuk UGD (unit gawat darurat), RS. UKI, Jakarta. Infus dan obat-obatan oral di tolak tubuh ku. Melihat keadaan ini dokter pun menjadi ambil tindakan lain, obat dimasukan lewat anus. “CT Scan” pun dilakukan, karena dokter takut ada sesuatu di kepala ku. Hasilnya adalah “migraine”. Sebelumnya di tahun 1999, aku pernah di diagnosa berbeda di RS. Mitra dokter mendiagnosa ku sinusitas, aku pun menjalani operasi dan perawatan selama 10 hari. Tapi enam bulan kemudian sakit yang serupa pun menyerang lebih kuat, dan aku pun kembali cuti sakit dari tempat kerja ku di Plaza Senayan. “Lelah”, itu yang terus mendera ku. Dari medis hingga alternatif, semua sudah ku coba. Aku semakin bimbang, perhatian ku pada anak-anak dan suami ku semakin berkurang. Aku seoptimal mungkin memberikan apa yang mereka butuhkan. Kasih sayang, perhatian, tapi apakah aku mampu bila kondisi ku terus-menerus begini. Aku begitu tersiksa, kenapa tindakan medis yang begitu maju pun seolah tak mampu mengobati ku. June 24 - 2008, aku dan keluarga pergi ke sebuah klinik alternatif di Grogol, “Hirudo”, itu namanya. Karena kondisi ku semakin buruk, keluarga ku pun mencari info kesehatan hingga ke internet. Disanalah kakak ku mendapatkan info tersebut. Terapi dengan media lintah itu ku jalani dengan sabar, walau belum ada perubahan yang besar, tapi rasa tegang di area leher ku pun sedikit berkurang. Tiga hari kemudian ku jalani terapi kedua ku, hasilnya semakin baik. 1 minggu 2 kali ku jalani terapi tersebut, dengan racikan herbal yang ku minum 2 kali sehari serta lintah yang menempel di sudut kening ku di setiap proses terapi semakin memulihkan kondisi ku. Kian hari kondisi ku makin baik. Betapa nikmatnya “rasa sehat” yang ku dapati saat ini. Di terapi ketiga, pak Ali sang terapis meminta ku mamakan semua makanan yang pernah menjadi pemicu sakit ku. Hasilnya, ya Allah tak ada reaksi, yang awalnya tak bisa sedikit pun ku sentuh coklat, mie ayam, durian dan lain-lain, kini dapat ku nikmati semuanya. Hingga terapi ke 8, aku semakin baik, tidak ada lagi rasa sakit. Anak-anak dan suami ku serta keluarga besar ku. Mereka begitu terharu, karena telah ku temukan “pelabuhan terakhir ku”. Klinik Hirudo, disanalah sakit ku bermuara. Ini semua adalah “bonanza” bagi ku dan keluarga ku. Jika saat ini, anda, saudara ku dimana pun dan bernasib sama dengan ku, jangan pernah sungkan untuk berbagi, (021-92128796) telephon ke nomor yang tertera diatas, aku berusaha membagi waktu untuk kalian semua. Terima kasih klinik “hirudo”, semoga setiap yang dilakukan akan selalu bernilai dan berarti di setiap jiwa-jiwa yang membutuhkan. Keterangan : - “aubade” : Nyanyian atau senandung - “bonanza” : Kemujuran besar atau keberuntungan Jakarta 10/8/08 Indah Ayu Susanti | |||||||||||||||||||||||||||||
TESTIMONIAL: “JANTUNG KORONER” HAMPIR MERENGGUT NYAWA KU | |||||||||||||||||||||||||||||
| |||||||||||||||||||||||||||||
|
Rutinitas saya bersama istri terus berjalan sebagai seorang pekerja keras, saya terkadang lupa bahwa tubuh ini bukanlah robot. Hingga pada akhirnya di tahun 2006 Desember, batas kemampuan fisik saya pun teruji. Serangan sakit yang tiba-tiba di dada kiri disertai batuk terus menerus, membuat saya dilarikan ke RS. Sari Asih, Tangerang. Setelah dilakukan tindakan-tindakan medis, EKG (elektro kardiogram) dan echo, diagnosa dokter pun jatuh pada 3 penyakit, jantung koroner, maag dan asma. Lambatnya perubahan kondisi fisik saya, membuat saya memutuskan untuk berobat jalan. Agustus tanggal 4, 2008 saya kembali
mengalami serangan serupa, tapi kali ini lebih parah. Akhirnya saya
kembali dirawat inap di RS. Sari Asih, Tangerang. Tindakan medis pun
dilakukan, hingga “kejut / kardio elektrik shock” pun dilakukan demi
mengatasi ketidak stabilan kondisi saya pada saat itu. Keadaan saya yang
sangat mengkhawatirkan membuat dokter bersolusi untuk melakukan operasi
di RS. Harapan Kita, Jakarta. Banyaknya pertimbangan dari keluarga
karena efek suatu operasi jantung tidaklah biasa, membuat keraguan pun
muncul saat itu. Dengan segala keterbatasan akhirnya saya kembali
memutuskan berobat jalan kembali. Bpk. Zulkifli (52) | |||||||||||||||||||||||||||||
TESTIMONIAL: “KETIKA HIDUP MEMBUAT KU TAK LAGI BERARTI”Aku seorang wanita, sekaligus sebagai ibu untuk anak-anak ku. Sebagai ibu dan
istri yang baik, ku jalani kehidupan dengan bahagia. Hingga pada akhirnya
ditahun 2008 kebahagian seolah sirna. Penyakit darah tinggi/Hipertensi yang ku
anggap biasa ternyata telah mengikis kepercayaan diriku. Kebahagian pun seolah
memudar dari hari ku. | |||||||||||||||||||||||||||||
| |||||||||||||||||||||||||||||
|
Minggu kedua, terapi ketiga. Disitu aku merasa sebuah perubahan yang cukup drastis. Cara bicara ku mulai normal. Intonansinya pun kian jelas. Aku tidak lagi menjadi bocah yang baru belajar bicara. Hingga terapi ke 10, keadaan ku semakin baik. Ini luar biasa, tak terbayangkan hidupku akan normal kembali. Klinik Hirudo, disanalah ku dapat jalan pemulihan. Bagi anda yang sekiranya
bernasib sama dengan ku, jangan ragu untuk mencoba solusi ini. Semoga apa yang
kita lakukan mendapatkan restu NYA. Amin. Hj. Farida Ratna S (51) | |||||||||||||||||||||||||||||
Testimonial: Penyakit Jantung bocor.Farida H. Rumodar KU SEMATKAN ASA DIANTARA TUBUH RAPUH KU Bukan hal yang mudah ketika pagi ku awali kehidupan dengan nafas yang tersengal. Begitu sulitnya hingga aku tak tahu harus berbuat apa. Rutinitas ku ditahun 2002 sebagai seorang mahasiswi di Universitas Bung Karno semester IV jurusan ilmu komunikasi jurnalistik, begitu menyita tenaga dan waktu ku. Kondisi ku yang sensitif dan sakit-sakitan, mengharuskan ku menyewa tempat tinggal yang dekat dengan kampus. Tiap kali naik bis umum, aku selalu mual dan muntah-muntah, itulah satu-satunya alasan yang memaksa ku untuk berpisah sementara dari keluarga. Sebagai bagian dari tim paduan suara kampus, aku sering keliling kota, tapi lagi-lagi aku hanya jadi bumerang. Aku malu, sampai-sampai harus pinjam tabung oksigen emergency milik ketua yayasan kampus ku. Ibu Rahmawati Soekarno Putri, kebetulan beliau menjadi penyelenggara acara haul Bung Karno di Blitar. Saat gladiresik tiba-tiba nafas ku sesak, tubuh gemetar dan mual, aku pun dilarikan kerumah sakit terdekat. Sekembalinya aku dari Blitar, sakit ku berlanjut dan mendadak serius. Sebenarnya kondisi seperti ini terus berulang, dari awal 2001 aku sering masuk IGD RS. Cipto, awalnya karena batuk selama 4 Bulan, kadang suhu tubuh mencapai 40°C, dan separuh tubuh terasa keram, hampir mati rasa. Kebetulan aku satu tempat kost dengan teman-teman dari AKPER DEPKES dan YJK (Yayasan Jalan Kimia). Mereka banyak membantu ku, hingga aku disarankan membeli tabung oksigen sebagai alat bantu darurat, ukurannya sama persis dengan yang biasa digunakan untuk menyelam. Walau begitu aku tetap memeriksakan kondisi ku tiap bulannya. Awal 2002 aku kembali dirawat di RS. Cipto, tetapi satu bulan sebelumnya aku sempat dirawat disalah satu Rumah Sakit di Sunter selama 4 hari. Diagnosa terakhir di RSCM aku terjangkit Broncopnemounia, aku tidak tahu apa penyebabnya. Kondisi keuangan ku yang tidak stabil membuat ku tak mengutamakan menu dan lingkungan. Aku makan apa adanya, mie instan, itulah menu utama ku dikala pagi, siang bahkan malam. Bagi ku yang terpenting aku bisa makan. Bagaimana pun aku tidak ingin menjadi hamba yang tak pandai bersyukur, Tuhan sudah memberi banyak untuk kehidupan ku, aku tak ingin menuntut lebih. Tubuh ku yang tinggi besar, bahkan lebih besar semangat ku untuk hidup. Aku sebisa mungkin untuk tak mengeluh, disela aktifitas ku, masih ada waktu ku sisipkan untuk berbagi cerita pada anak-anak jalanan, bahkan orang-orang yang menamakan dirinya kelompok manusia gerobak tak luput dari incaran ku tuk berbagi suka dan duka. Tepat disamping kedutaan Polandia, Salemba-Jakarta Pusat. Disitulah hampir tiap malam aku berbagi kopi pahit dan ubi rebus. Kehidupan terus ku jalani, nyeri didada ku kian buruk, entah berapa banyak sudah oksigen ku isi secara berulang. Hampir setiap hari harus ku isi sobat kecil ku itu, tenaga dan materi tak terhitung, honor artikel yang ku dapat tak lagi mencukupi, aku mulai lelah dan putus asa, Dokter teleh menerangkan bahwa hasil echo jantung yang ku lakukan atas perintahnya telah menghentikan rasa tanya dihati ku. Aku pernah marah pada kehidupan, tapi kali ini hidup menampar ku lebih keras, jantung ku bocor, aku tidak mengerti, yang ku rasakan betapa aku ingin berlari dan mencari punggung untuk ku bersandar, aku takut Tuhan. Selama ini aku begitu tegar, aku punya keluarga yang menyayangi ku, aku punya sahabat-sahabat yang baik, tapi saat itu aku hanya ingin menangis. Apa yang salah, aku tidak pernah melanggar norma kehidupan ku, hidup layak tanpa rokok dan lain-lain. Yang normal dan wajar pada umumnya. Operasi adalah jalan satu-satunya, itulah yang dianjurkan dokter tiap kali aku kontrol ke Poli Jantung RSCM. Keluarga ku tidak setuju. Banyaknya kerabat dan kolega ayah ku yang koma karena efek dari operasi. Membuat Ibu, Ayah dan Kakak-kakak ku tak sepaham dengan apa yang ku mau. Tahun 2003, seorang Dokter di RSCM memberikan ku saran untuk melakukan operasi gratis, prosedur dari sebuah yayasan jantung membuat ku wara wiri mencari kemudahan diantara birokrasi yang sulit. Beberapa teman membantu mencarikan informasi agar aku dapat keringanan biaya. Tapi lagi-lagi aku terbentur syarat, bagaimana pun ijin tertulis dari keluarga harus ku dapat karena itu adalah syarat mutlak. Ditengah proses perijinan, aku berjumpa dengan seorang Bapak, Beliau rujukan dari RS di Palembang. Karena menuju poliklinik yang sama akhirnya kami pun berbincang tentang semua, kesamaan nasib dan lainnya. Ada rasa nyeri yang meronta dihati ku, aku takut mengalami hal yang serupa dengan Bapak itu. Beliau sudah lebih dari 2 kali operasi tapi keadaannya tidak bertahan lama. Bekas luka sayatan dan jahitan membuat nafas ku ingin berhenti, yang ada hanya ucapan “Oh Tuhan” desis ku dihati nyaris terdengar, rasa takut tak dapat ku pungkiri. Awal 2004, aku kembali bekerja, walau posisinya sebagai tenaga paruh waktu tapi aku cukup menikmati posisi ku sebagai seorang penulis. Skripsi telah menanti ku, tapi bagaimana pun aku harus selesai tahun ini, aku tidak ingin menyia-nyiakan beasiswa yang susah payah ku raih, walau hanya 1 semester tapi aku bangga dapat mengurangi beban keluarga ku.
Diakhir proses skripsi, aku kembali masuk rumah sakit. Skripsi
membuat ku lupa tidur dan makan, dan hingga akhirnya lagi-lagi jarum
infus menancap dilengan kiri ku. Batuk ku mengeluarkan spuntum/dahak
bercampur darah, aku semakin lemah. Pendarahan selama 1 Bulan pada
rahim ku, entah karena apa, aku tidak mengerti. Ditengah sakit yang
menyiksa, Tuhan telah banyak memberi ku kekuatan hingga mampu ku
selesaikan skripsi. Dosen pembimbing yang begitu baik, Bpk. Drs.
Pungkut Adnan Lubis, M.Si. Beliau bukan saja seorang dosen, bagi ku
beliau banyak memberikan siraman pada batin ku agar aku tegar dan
melangkah walau tertatih tapi jangan pernah takut, karena Tuhan
tidak pernah jauh, begitu berartinya kalimat itu hingga ku putuskan
untuk kembali ke rumah, tinggal bersama keluarga dan kakak-kakak
tercinta. Semua obat-obatan telah ku buang, mereka membuat ku
ketergantungan. Aku muak oleh efeknya. Pinggang ku selalu sakit, dan
pipis terus menerus membuat ku menjadi insommia, reaksi obat itu
terlalu berat. | |||||||||||||||||||||||||||||
|
Dengan segala keterbatasan, ku mulai kehidupan yang baru, dengan semangat seorang pria bernama Husen Rumodar. Pria kelahiran Sorong-Papua, 34 Tahun lalu, telah memberi warna disela hari ku. Dia banyak mengirimkan minyak sari buah merah dari Papua untuk meghentikan pendarahan dirahim ku. Hampir 6 Bulan, aku haid tidak berhenti, tapi setelah aku minum 3 botol selama 3 minggu pendarahan itu berhenti. Walaupun kami tidak pernah berjumpa, karena saat itu aku hanya mengenalnya lewat dunia maya, SMSnya terkirim ke nomor ponsel ku. Ini adalah keajaiban, Tuhan terlalu sayang pada ku, hingga dikirimkannya jodoh untuk ku, doa ku telah didengar Nya. Handphone telah menjadi media perkenalan ku dengannya. |
| ||||||||||||||||||||||||||||
|
Ada kekhawatiran baru, selain khawatir tak mampu memiliki anak, aku pun khawatir suami tak puas dengan biologis yang ku berikan, karena tiap kali berhubungan aku selalu sesak nafas dan darah keluar dari mulutku bercampur spuntum, aku terbatuk-batuk sampai bercucuran peluh. Aku begitu tersiksa, tapi suami ku tetap bersabar, bahkan dia sampai tak tidur demi menjaga ku, dia begitu khawatir. Ditahun yang sama aku masih seperti dulu, lemah dan tak berdaya. Aku tak mampu berbuat apa-apa. Pekerjaan rumah tangga pun tak bisa ku lakukan. Keseharian ku hanya tidur dan berbaring. Mencuci 1 piring kotor pun aku tidak sanggup, berjalan 30 Meter pun sudah terengah-engah. Aku semakin putus asa. Keraguan dan semangat untuk hidup semakin terkikis. Beberapa pengobatan alternatif telah aku ikuti, dari refleksi hingga lainnya, namun tak satu pun yang membuahkan hasil. Hingga pada akhirnya disuatu pagi, minggu tgl 12/8/07 aku tanpa sengaja menekan chanel Trans TV. Sebuah televisi swasta yang saat itu menayangkan sebuah acara informatif, “Good Morning”, mungkin suatu kebetulan, saat itu ada penayangan tentang pengobatan alternatif dengan menggunakan lintah, acara yang dipandu Maudy dan Ferdy, itu sempat menyita perhatian ku. Klinik Hirudo, sekilas nama itu yang disebutkan. Aku begitu antusias, namun lagi-lagi hambatan datang, aku takut terapi itu mahal, dan lintah begitu menjijikan, akhirnya ku urungkan niat. Karena kondisi kian keruh, delapan bulan kemudian, aku kesana. April 2008, tgl 19 adalah hari pertama ku jalani terapi ekstrim itu. Hari Sabtu yang begitu menegangkan, dengan kondisi lemah, ku lalui proses terapi itu. Hampir satu jam aku dan teman ku berada di Klinik Hirudo. Entah kata apa yang pantas ku ucap saat itu, tubuh ku begitu ringan, nafas ku begitu panjang saat ku tarik. Aku tidak percaya, apa benar yang ku rasakan saat ini. Aku telah lupa bagaimana indah dan nikmatnya menarik nafas dengan bebas, sakit ku terlalu lama, sampai nikmat itu cepat terlupakan, tetapi saat ini, inilah pertama kali aku menarik nafas panjang tanpa disertai batuk, sudah panjang, tidak dangkal. Aku begitu naif ataukah berlebih, aku tidak tahu, tapi memang itulah yang ku rasakan. Keadaan ku tiap minggunya berangsur pulih, banyak hal yang sudah dapat aku lakukan, walau belum seluruhnya tapi aku merasakan hal yang pasti dan positif. Dengan menggunakan media lintah, aku merasakan proses alami tanpa resiko dan efek lainnya. Ditambah herbal yang diracik secara alami dan ditangani langsung oleh seorang terapis, tentunya memberikan suatu kualitas yang selalu terjaga. Pengobatan dilakukan tidak hanya diluar tubuh (Disekitar dada bagian kiri), tapi herbal yang diminum pun, aku dapatkan, lengkap, manfaatnya begitu terasa. Sedikit demi sedikit aku pun merasa pulih. Saat ini kondisi kesehatanku telah normal kembali. Setelah proses terapi berjalan, begitu pun dengan menstruasi ku, kini tiap bulan dapat ku rasakan tamu bulanan secara normal, walau telat 2 sampai 4 hari, tapi itu tidak masalah, karena sebelumnya 3 sampai 4 Bulan sekali baru ku rasakan haid. Tubuh terasa lebih segar, proses terapi itu telah mengembalikan kepercayaan diriku. Tubuh Obesitas (Kelebihan berat badan) yang selama ini ku miliki, sedikit demi sedikit susut. Sungguh aku ingin berbagi untuk para sahabat, janganlah sampai menunggu lama untuk bertindak, karena waktu tidak akan pernah menunggu. Ambillah kesempatan ini bila kalian bernasib sama dengan ku. Jantung adalah mutiara kita, jangan ragu, yakinkanlah hati untuk sembuh. Aku Farida H. Rumodar (30 Tahun), ini adalah kesaksian ku. Aku melakukan ini murni semata-mata untuk berbagi pada para sahabat yang mengalami hal serupa dengan ku. Ini adalah suatu kemudahan dan solusi, jangan pernah takut untuk mencoba. Bila suatu saat suara ku kalian butuhkan, untuk berbagi cerita, aku akan berusaha selalu siap, kalian bisa hubungi di 021-5456734, Hp. 0852 18533356/ 0852 84262448. Semoga tiga nomor telephone ini dapat menjadi penghubung untuk kita berbagi cerita dan solusi, karena di Klinik Hirudo banyak jenis penyakit selain jantung yang mampu disembuhkan. Klinik yang berada di Jakarta barat ini, persisnya dikawasan Grogol dekat, kampus Trisakti, dijalan Dr. Makaliwe I No. 16. telah terbukti banyak memiliki kelebihan. Walau tempatnya begitu sederhana, tapi telah memberikan manfaat yang luar biasa. Aku berharap dan terus berharap, semoga artikel sederhana ini mampu memberikan titik terang bagi para sahabat untuk mendapat kehidupan yang lebih sehat dan bermanfaat. Bila suatu saat Tuhan memanggil ku disaat ku nikmati kesembuhan ini, aku tidak akan pernah menyesal karena yang hidup pasti semua akan kembali kepada Nya. Tapi alangkah bahagianya bila kehidupan yang akan berakhir itu memiliki kesan dan meninggalkan senyum dihati orang-orang yang kita sayangi. Kita mampu tersenyum karena jiwa dan tubuh yang sehat. Terima kasih kepada Klinik Hirudo, tempat yang sederhana namun memiliki ketulusan dan kemuliaan hati orang-orang yang berada didalamnya. Semoga kesederhanaan itu tidak akan pudar walau waktu terus berjalan. Semoga Tuhan selalu memberikan yang terbaik bagi kita, orang-orang yang menghargai hidup dan kehidupan, karena hidup adalah sebuah perjuangan.
Jakarta 10 June 2008 | |||||||||||||||||||||||||||||
TERAPI LINTAH " KLINIK HIRUDO " pernah DITAYANGKAN PADA STASIUN TELEVISI
|